Selasa, 16 Maret 2010

Kunjungan Obama ke RI Tetap Tiga Hari

KOORDINASI, Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk kawasan Asia Pasifik, Kurt Campbell (tengah), saat tiba di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, kemarin. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dipastikan akan berkunjung ke Indonesia pada 23–25 Maret mendatang. Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri Dino Patti Djalal mengungkapkan, Obama akan berada di negeri tempat dia pernah tinggal ini selama tiga hari. “White House besok (hari ini) akan mengumumkan tanggal berapa persisnya.

Yang jelas jadwal kunjungan Obama tetap tiga hari atau tidak akan berubah,”ujar Dino dalam keterangan persnya di Kantor Kepresidenan Jakarta. Dino menjelaskan,selama kunjungannya, mantan siswa SD Menteng 01, Jakarta, ini direncanakan akan tetap melakukan program utamanya, berkunjung ke Makam Pahlawan, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan dilanjutkan dengan makan malam kenegaraan.

Setelah itu, Presiden Obama baru akan melanjutkan perjalanannya ke Australia. Dua pimpinan ormas Islam terbesar di Tanah Air, yakni Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi dan Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin,meminta masyarakat untuk tidak perlu mempersoalkan dan menolak Obama.

Tapi sebaliknya, hendaknya menyambut dan menerimanya sebagai tamu.“Saya berharap, jangan ada muslimin Indonesia yang menolak kedatangan Obama di Indonesia.” ”Selain bertentangan dengan etika Islam juga bertentangan dengan etika diplomasi internasional,” kata Hasyim Muzadi di Jakarta kemarin Sebelumnya dinamika politik yang berkembang di AS sempat membuat Ketua House of Representatif (DPR) AS Lency Pelocy memberikan saran kepada Obama untuk menunda perjalanannya ke Indonesia dan Australia.

Namun, Obama menilai bahwa arti kunjungan ke Indonesia sangat penting dan memutuskan untuk tetap mengagendakan perjalanannya selama beberapa hari ke Indonesia dan Australia. Tertundanya perjalanan Obama yang sebelumnya direncanakan pada 18 Maret memulai kunjungan ke tiga negara–Indonesia, Australia, dan Guam– terkait isu tentang Undang-Undang Kesehatan yang saat ini dibahas Kongres AS.

Presiden Afro pertama di AS ini sedang berupaya keras untuk menggolkan undang-undang yang bisa menjadi prestasi bagi pemerintahannya Presiden SBY mendapatkan penjelasan tentang tertundanya kunjungan orang nomor satu di negeri Paman Sam ini pada Jumat (12/3) sore lalu, setelah Presiden dan rombongan tiba di Tanah Air dari lawatannya ke Australia dan Papua Nugini.

Dino menjelaskan, informasi itu disampaikan langsung pihak White House. Dalam agenda kunjungan Presiden AS terlama di Indonesia ini, Obama juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan sejumlah kalangan masyarakat dan komunitas bisnis di Indonesia.Bila waktu dan tempat memungkinkan, Obama dijadwalkan menyampaikan pidato umum, seperti yang dilakukan di Kairo, Mesir, beberapa waktu lalu.“Believe it or not, semua itu masih dalam perencanaan.

Mencari lokasi di Indonesia ini susah sekali. Yang dijadwalkan akan menghadiri pidato itu adalah mahasiswa dari UI, Lemhanas, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI). Acara pidato ini sifatnya umum dan terbuka, serta tidak ada tanya-jawab,”tandas Dino. Dino membenarkan bahwa dalam kunjungannya, Presiden Obama tidak akan membawa istrinya, Michelle Obama, dan kedua putrinya, Malia dan Sasha.

“Kalau mengenai keluarga,penjelasannya karena perjalanan diperpendek dan suasana politik yang sedang dinamis di Washington DC maka mereka mempertimbangkan waktunya, bahwa tidak tepat saat ini kalau berkunjung membawa istri dan anak,”tambahnya. Sementara itu, Menlu Marty Natalagawa menyatakan, sampai saat ini rancangan program kunjungan Obama ke Indonesia masih terus dibahas.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan Obama tidak akan bermalam selama berkunjung ke Indonesia, Marty mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai hal itu.“Kalau mengenai nginap,berapa harinya, saya belum bisa kasih keterangan karena programnya masih dirancang saat ini,” katanya.

Sebagai persiapan kedatangan Obama,Menlu kemarin menerima Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk hubungan Asia Pasifik, Kurt Campbell. Dalam pertemuan tersebut mereka mendiskusikan substansi pembicaraan bilateral selama kunjungan Obama,di antaranya mengenai perjanjian pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, investasi, dan beberapa agenda yang masuk dalam perjanjian kemitraan komprehensif (comprehensive partnership agreeement) antarkedua negara.

Tidak Perlu Dipersoalkan

Hasyim Muzadi menandaskan, tidak ada aturan dalam Islam untuk menolak tamu, apalagi dalam kapasitas diplomasi internasional. Rasulullah SAW mengajarkan berhubungan diplomatik dengan agama lain, termasuk Yahudi. Apalagi, Obama telah menunjukkan kemauan baik dalam memperbaiki hubungan AS dengan dunia Islam, sekalipun hasilnya belum maksimal.

Senada, Din Syamsuddin menilai kunjungan Obama merupakan hal positif karena dia ingin membangun hubungan yang lebih baik dengan dunia Islam.“Kita dapat menciptakan dialog saat kunjungan Obama. Saya yakin,dengan dialog dapat membangun hubungan yang lebih baik, khususnya dengan dunia Islam,” ujar Din di Blitar kemarin.

Karena itu, lanjutnya, kedatangan Barack Obama ke Indonesia tidak perlu dipermasalah kan dan tidak perlu ditolak, sebaliknya harus disambut dan diterima sebagai tamu.“Berdasarkan ajaran Islam, menyambut dan menerima kedatangan tamu adalah hal yang baik. Untuk itu, Obama sudah seharusnya disambut dan diterima seperti kunjungan presiden dari negara lainnya,” kata mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah ini.

Din meyakini niat Obama berkunjung ke Indonesia merupakan bagian dari realisasi janji kampanye waktu pemilihan Presiden AS, bahwa dia ingin membangun hubungan baik dengan dunia Islam yang antara lain diwujudkan dengan berkunjung ke Indonesia. “Saya berharap, masyarakat juga menghormati dan menerima kedatangan Presiden AS tersebut. Terlebih, Obama juga mempunyai hubungan emosional dengan Indonesia karena ia pernah sekolah dasar di Jakarta,”tandas Din.

Seperti diketahui, dalam beberapa pekan terakhir sejumlah aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) di beberapa daerah di Indonesia menggelar unjuk rasa untuk menolak kedatangan Obama. Mereka menilai Obama tidak layak diterima sebagai tamu karena Obama memimpin negara yang selama ini menjajah kaum muslim di Irak, Afghanistan, dan Pakistan. Kebijakan Obama tentang ketiga negara itu dinilai tidak berubah dari George W Bush.

Novel “Obama Anak Menteng”

Novel Obama Anak Menteng yang menceritakan masa kecil presiden Amerika Serikat Barack Obama diluncurkan di Jakarta, kemarin. Rencananya,novel ini akan difilmkan pada Juni mendatang. Damien Dematra,penulis novel ini ingin agar novel karangannya bisa menjadi inspirasi anak-anak Indonesia. Mimpi Obama saat kecil yang ingin menjadi Presiden AS akhirnya berhasil dicapai.

”Obama yang dulu sempat sekolah di SD Besuki 01 bisa sukses seperti sekarang karena kekuatan mimpi, the power of dream,” kata Damien saat peluncuran novelnya di SDN 01 Menteng, Jalan Besuki, Jakarta Pusat,kemarin. Damien mengaku, novel ini ditulis selama lima hari.Namun sebelumnya, selama dua minggu pihaknya mewawancarai temanteman Obama selama sekolah di SD Menteng maupun keluarganya yang ada di Indonesia. Damien menampik jika novel ini dianggap sengaja diluncurkan menjelang kedatangan Obama ke Indonesia.

Menurutnya, gagasan pembuatan novel ini sudah ada sejak bulan November tahun lalu. ”Sebenarnya kita malah tidak tahu Obama mau ke sini bulan Maret. Yang saya tahu dulu, rencananya Obama mau ke sini bulan Juni,” jelas Damien. Novel berjudul Obama Anak Menteng ini terdiri atas 206 halaman.

Sampul depan novel ini bergambar Obama kecil yang sedang memakai seragam SD merah putih dengan tas punggung warna kuning. Di belakang foto Obama kecil terlihat SDN 01 Menteng.Novel ini akan dibanderol dengan harga Rp40.000.
READ MORE -> Kunjungan Obama ke RI Tetap Tiga Hari

Senin, 01 Maret 2010

Tren Busana Selebritas Masa Kini

Selama ini setelan selalu identik dengan pakaian kaum bapak. Namun belakangan, setelan mulai dilirik kaum muda lelaki. Pergesaran ini tidak lepas dari pengaruh tren berbusana kaum selebritas masa kini.

Tengok saja gaya berbusana para musisi hip hop seperti Jay Z, Kanye West atau Pharrell Williams. Mereka yang dulu sering mengenakan kaus gombrong dan celana melorot, kini beralih gaya. Di beberapa kesempatan, semuanya kerap terlihat dalam balutan setelan yang 'dapper' atau rapih namun tetap modis

Gaya berbusananya tentu disesuaikan agar tidak tampak kuno atau  monoton. Bila biasanya setelan terdiri dari jas dan celana berbahan dan warna yang sama, kini malah sebaliknya. Norman dan Nany Reggy, pemilik The Beauty, salah satu tailor kenamaan di Jakarta yang berdiri sejak tahun 1938, menyadari tren tersebut.

"Belakangan ini banyak anak muda yang memakai jasa kami. Biasanya mereka minta dibuatkan setelan prom, untuk ke kantor, atau pesta seperti tuksedo," ujar Norman kepada TRIBUNnews.com saat pembukaan gerai terbaru The Beauty di Plaza Indonesia.

Ia menjelaskan setelan yang bersiluet slim-fit dan trim atau mengepas di tubuh paling diminati kaum muda masa kini. Buat Anda yang saat ini sedang mempertimbangkan untuk membeli atau memakai jasa penjahit setelan, ada baiknya Anda menyimak tips berikut ini:

Kesempatan Formal (untuk ke kantor dan pesta)

- Pilih setelan berbahan  polos dengan warna gelap
- Model jas bisa berkancing dua atau tiga
- Pilin bahan wol tanpa kasmir supaya tidak terasa gerah.

Kesempatan Nonformal atau kasual

-  Pilih setelan dengan bahan bermotif misal kotak-kotak dan berwarna agak terang.

- Supaya tidak monoton, pilih jas dengan formasi kantong 2+1 dalam potongan asimetris.

- Jas model berkancing satu bisa jadi pilihan

- Padukan jas dengan celana berwarna dan berbahan beda.

- Sama seperti jas formal, pilih bahan wol tanpa kasmir supaya tidak terasa gerah
READ MORE -> Tren Busana Selebritas Masa Kini
 
 
Copyright © 2015 SEO Blogger Blogspot All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho