Senin, 29 November 2010

Bertemu Barack Obama tidaklah gampang

Bertemu Barack Obama tidaklah gampang, walau yang meminta adalah sesama presiden. Bila ingin bertemu dengan presiden Amerika Serikat (AS) yang tengah populer itu, Slovenia harus memenuhi syarat, yaitu bersedia menjadi tempat penitipan seorang napi asal Guantanamo.

Demikian menurut salah satu bocoran dokumen rahasia pemerintah AS. Bocoran itu dipublikasikan oleh laman Wikileaks, Minggu 28 November 2010, dan dimuat pula oleh sejumlah media massa internasional di AS dan Eropa.

Wikileaks mengungkapkan bahwa satu set lengkap dokumen itu terdiri dari 251.287 data dan terdiri dari 261.276.536. "Ini tujuh kali lebih banyak dari 'The Iraq War Logs,' yang merupakan bocoran informasi rahasia yang sudah dipublikasikan sebelumnya," tulis Wikileaks.

Harian Inggris, Daily Mail, mengungkapkan salah satu bocoran dokumen yang menyebutkan bahwa ada syarat yang harus dipenuhi Slovenia bila ingin mempertemukan presiden mereka dengan Obama. Syaratnya, harus mengambil seorang tahanan dari Guantanamo.

"Slovenia tampaknya diberitahu bahwa bila ingin ada pertemuan dengan presiden, maka mereka harus bersedia menerima seorang tahanan," tulis Daily Mail mengutip bocoran dokumen itu, yang merujuk kepada tahanan asal kompleks penjara Guantanamo.

Terletak di Teluk Guantanamo, lahan itu sebenarnya merupakan pangkalan angkatan laut AS yang mereka sewa dari Kuba. Namun, oleh Presiden George W. Bush, pada 2002 pangkalan itu beralih fungsi menjadi kompleks penjara bagi mereka yang diduga terlibat dalam terorisme.

Sebagian besar tahanan berasal dari Afganistan, Irak, dan juga menampung warga negara-negara lain. Tak lama setelah dilantik jadi presiden baru AS pada Januari 2008, Obama ingin agar semua tahanan dipindahkan dari Guantanamo dan selanjutnya menjalani pengadilan sipil.

Namun, proses itu tidak berjalan mulus karena sejumlah pemerintah lokal di AS menolak menampung mereka sehingga Washington terpaksa melobi negara-negara lain untuk bersedia menjadi tempat penampungan tahanan.

Sementara bocoran dokumen lain mengungkapkan bahwa AS pun berupaya membujuk negara pulau terpencil, Kiribati, untuk menampung sejumlah tahanan Muslim asal China. Kiribati pun ditawari insentif jutaan dolar.

Bahkan, menurut bocoran dokumen itu, Belgia kemungkinan juga dibujuk agar bersedia mengambil tahanan dari Guantanamo. Sebagai imbalan, AS akan membantu Belgia menjadi salah satu negara terkemuka di Eropa.

Wikileaks mengungkapkan bahwa satu set lengkap dokumen itu terdiri dari 251.287 data dan terdiri dari 261.276.536. "Ini tujuh kali lebih banyak dari 'The Iraq War Logs,' yang merupakan bocoran informasi rahasia yang sudah dipublikasikan sebelumnya," tulis Wikileaks.

Satu set dokumen itu, menurut Wikileaks, menghimpun laporan kawat diplomatik dari tanggal 28 Desember 1966 hingga 28 Februari 2010. Laporan ini berasal dari 274 kedubes, konsulat, dan kantor misi diplomatik AS di mancanegara.

Menurut stasiun televisi CNN, saat ditanya mengenai bocoran data-data itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, PJ Crowley, hanya mengatakan bahwa bukanlah kebijakan AS untuk mengomentarinya. Demikian catatan online SEO Blogger Blogspot tentang Bertemu Barack Obama tidaklah gampang.
READ MORE -> Bertemu Barack Obama tidaklah gampang

Minggu, 28 November 2010

Rapat Kerja Fraksi Partai Demokrat DPR

Wakil Presiden Boediono memberikan pembekalan kepada para peserta Rapat Kerja Fraksi Partai Demokrat DPR di Jakarta, Sabtu (27/11/2010) sore.

Boediono memberikan pembekalan selama 120 menit dan berlangsung tertutup. Turut hadir pada sesi pembekalan tersebut, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, anggota Dewan Pembina PD Marzuki Alie yang juga Ketua DPR RI, anggota Dewan Pembina PD Melani Leimena Suharli, yang juga Wakil Ketua MPR RI.

Selain itu, turut hadir fungsionaris PD, seperti Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan, Menteri Koperasi dan UKM Syarifudin Hasan, dan lainnya.

Setelah Boediono, Presiden Susilo Bambang Yudhyono juga diagendakan akan memberikan pembekalan. Demikian catatan online SEO Blogger Blogspot tentang Rapat Kerja Fraksi Partai Demokrat DPR.
READ MORE -> Rapat Kerja Fraksi Partai Demokrat DPR

Sabtu, 27 November 2010

Komunitas Blogger Indonesia

Komunitas Blogger Indonesia
READ MORE -> Komunitas Blogger Indonesia

Jumat, 26 November 2010

Dua Penghargaan

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono memberikan Dua Penghargaan kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada Malam Penganugerahan Penghargaan Pekerjaan Umum di Balai Kartini, Teater Nusa Indah, Jakarta.

Gubernur di Makassar, Jumat, mengatakan, penghargaan yang diterima tersebut pada Kamis (25/11) karena komitmen Pemprov Sulsel dalam melaksanakan amanah Undang-Undang 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang sebagai provinsi pertama yang menyelesaikannya tepat waktu Rencana Tata Ruang Wilayah pada 2009.

"Selain itu, kita juga dinilai terus memfasilitasi penyelesaian RTRW di kabupaten dan kota di Sulsel dan menyelenggarakan penataan ruang yang konsisten terhadap perencanaan bidang Sumber Daya Air," ujarnya.

Kedua penghargaan diterimanya dari presiden tersebut merupakan penghargaan di bidang penyelenggara penataan tata ruang berkelanjutan dan penganugerahan di bidang sumber daya air.

Pada kategori penataan ruang berkelanjutan, Sulsel berada pada urutan pertama disusul Bali dan Yogyakarta. Sulsel juga menempati urutan pertama di bidang pengelolaan SDA diikuti Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebelumnya, Sulsel juga memperoleh penghargaan dalam upaya pemberantasan buta aksara. "Penghargaan ini, menandakan kalau selama ini kita bekerja," ujarnya.

Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Agus Sumantri menambahkan, Sulsel menerima kedua penghargaan tersebut karena dinilai mampu mengalokasikan APBD untuk kegiatan konservasi SDA dalam program 10 tahun, pembangunan tampungan air perkotaan di Kecamatan Maccini Sombala, Makassar dan berpartisipasi dalam pengendalian daya rusak air.

Sulsel juga dianggap mampu meningkatkan kapasitas institusi dan masyarakat dalam pendayagunaan SDA. Dalam waktu dekat ini, Sulsel kembali akan meraih penghargaan di bidang pertanian dan kesehatan dari pemerintah pusat. Demikian catatan online SEO Blogger Blogspot tentang Dua Penghargaan.
READ MORE -> Dua Penghargaan

Rabu, 17 November 2010

Henry Yosodiningrat

Henry Yosodiningrat selaku kuasa hukum mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Susno Duadji, menegaskan bahwa kliennya tidak pernah mengetahui keluarnya Gayus Halomoan Tambunan dari Rumah Tahanan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Dia juga mengatakan bahwa Susno pasti tidak akan membiarkan Gayus keluar tahanan jika dia mengetahuinya. "Susno Duadji gitu lho. Masa dia mau membiarkan si Gayus itu keluar. Dia sendiri membongkar kasus ini," kata Henry di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (16/11/2010).

Henry juga menegaskan, meskipun berstatus sebagai terdakwa dalam dugaan suap penanganan PT Salmah Arowana Lestari, Susno masih menyandang jabatan jenderal kepolisian aktif yang tidak akan tinggal diam jika mengetahui Gayus keluar tahanan. "Mungkin ditempeleng sama dia (Susno) anggota (kepolisian penjaga rutan) kalau tahu seperti itu kelakuannya," ujarnya.

Menurut Henry, Susno tidak pernah dapat melihat aktivitas Gayus H Tambunan karena sel tahanan mereka terpisah jauh. "Beliau di blok B, Gayus di blok C. Melihat bloknya saja tidak tampak, apalagi melihat aktivitasnya, dan pintunya itu digembok," tambah Henry.

Interaksi antara Susno dan Gayus pun tidak intens. Susno dan Gayus, kata Henry, hanya bertemu pada saat shalat Jumat bersama atau ketika menerima tamu masing-masing. "Jadi, saya mohon jangan lagi ditambah fitnah-fitnah terhadap beliau ini," ucapnya. Demikian catatan online SEO Blogger Blogspot tentang Henry Yosodiningrat.
READ MORE -> Henry Yosodiningrat

Senin, 15 November 2010

Ketua Umum Pimpinan Pusat

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku geregetan dengan langkah pemberantasan mafia hukum dan korupsi di negeri ini.

Din, menganggap semua yang dilakukan aparat pemerintah seperti retorika belaka setelah terbongkarnya kasus Gayus Tambunan dengan mudah "pelesir" dari tahanan.

"Terus terang saya juga kecewa," kata Din. "Semua hanya retorika atau kata-kata saja tanpa perbuatan. Saya menegaskan, jangan hanya yang kroco-kroco saja yang dihukum tetapi mereka yang di atas juga harus ditindak dengan tegas," kata Din usai menjadi khatib Salat Idul Adha di Lapangan Tugu Pahlawan Surabaya, Selasa 16 November 2010.

Din menegaskan, kasus kaburnya terdakwa mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan dari Rutan Brimob Kelapa Dua Depok, membuktikan institusi Polri tidak bersungguh-sungguh memberantas pelaku korupsi. "Ini menguatkan imej buruknya institusi di tubuh Polri. Menyedihkan dan memalukan. Ini bukti penegakan hukum di Indonesia amburadul," kata Din.

"Ini bukti pemberantasan korupsi masih retorika semata. Kaburnya Gayus ke Bali, ibarat puncak gunung es berbagai kasus korupsi di Indonesia. Saat ini terjadi ledakan besar untuk menghancurkannya," kata Din.

Terkait itu, petinggi Muhammadiyah tersebut mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun langsung sebagai pemimpin terdepan dalam melakukan pemberantasan korupsi di semua lini. "Kita harus tagih janji itu. Janji SBY yang pernah diucapkan saat maju ke pemilihan Presiden," ucap Din.

Diberitakan sebelumnya, dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Gayus Tambunan akhirnya mengaku telah pergi ke Bali sebagaimana terungkap lewat foto hasil bidikan wartawan, Jumat 5 November lalu.

Gayus telah ditetapkan sebagai tersangka pemberian suap kepada Kepala Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Kompol Iwan Siswanto sebesar Rp368 juta agar bisa keluar dari tahanan. Walau Gayus membantah keras bahwa uang itu sebagai suap, Iwan mengakui menerimanya sejak Juli 2010, awal Gayus bisa keluar masuk sel. Demikian catatan online SEO Blogger Blogspot tentang Ketua Umum Pimpinan Pusat.
READ MORE -> Ketua Umum Pimpinan Pusat

Minggu, 14 November 2010

Shock The World Tour (STWT)

Setelah berkeliling ke 18 negara sejak 11 Juni 2009, Shock The World Tour (STWT) akhirnya mengunjungi Jakarta. STWT merupakan rangkaian pesta untuk kalangan terbatas yang diselenggarakan oleh arloji G-Shock untuk memperkenalkan kembali kehebatan jam tangan yang sempat tenar pada era 1990-an ini. Dalam tur tersebut, G-Shock memboyong "bapak" G-Shock, yakni Kikuo Ibe.

Mr Ibe, begitu ia akrab disapa, menyempatkan waktu untuk berbincang dengan beberapa wartawan pada Selasa (5/10/2010) di Novotel Mangga Dua. Ayah dari seorang anak lelaki ini bercerita dengan semangat mengenai pribadinya. Berikut hasil tanya-jawabnya:

Kompas (K): Mohon dijelaskan kehadiran Mr Ibe di Indonesia.
Ibe (I): G-Shock mendengar bahwa perkembangan G-Shock dan ekonomi di Indonesia cukup bagus. Kecenderungannya pun baik serta semangat di Indonesia juga baik. Oleh karena itu, saya merasa perlu untuk datang ke Indonesia dan menyebarkan informasi mengenai kebaikan G-Shock ke Indonesia meski G-Shock sendiri sudah ada di Indonesia sejak tahun 1988.

K: Apakah Anda memvisikan G-Shock sejak awal seperti sekarang ini, yang didesain untuk anak muda?
I: Saat pertama kali menciptakan jam tangan ini, saya sama sekali tidak membayangkan akan seperti ini dampaknya (sebesar ini). Ini adalah hasil kerja sama teman media dan marketing-marketing distributor di seluruh dunia yang menjadikan G-Shock seperti sekarang ini. Saya sampai berkata ke diri sendiri, "oh, shock!" (seraya menepuk dahinya sendiri).

K: Apakah ada tipe G-Shock yang belum terwujud?
I: Ada. Saya kadang membayangkan, alangkah indahnya kalau saya bisa membuat jam tangan yang sesuai dengan rentang usia tertentu dan bisa memenuhi kebutuhan masing-masing rentang usia tersebut. Alangkah menyenangkan jika G-Shock bisa memenuhi semua kebutuhan sesuai usia-usia tertentu, bisa memenuhi style yang sesuai dengan umur-umurnya. Jadi, ketika seseorang bertambah umur, ia bisa memilih jenis jam tangan yang sesuai gayanya.

K: Apakah jam tangan yang Anda miliki ini sudah sesuai usia Anda?
I: Kalau dilihat dari usia saya, jam tangan inilah yang paling cocok, yang klasik dan tidak banyak warna.

K: Dari mana inspirasi G-Shock pada awalnya?
I: Saya pernah mendapat jam tangan pertama dari orangtua saat lulus SMA. Suatu saat, saya mengenakannya jalan-jalan, lalu tak sengaja bertabrakan dengan seseorang, jam tangan itu lepas dan hancur berantakan. Sejak itu saya ingin menciptakan jam yang kuat dan tahan banting. Tentunya jam tangan itu bukan merek Casio, ya. Lalu tak lama saya masuk ke Casio dan mimpi itu masih ada.

K: Sejak tahun berapa bekerja di Casio?
I: Saya sudah bekerja dengan Casio sejak 1976, jadi sudah 34 tahun. Bulan depan, usia saya sekitar 58 tahun. G-Shock sudah 27 tahun.

K: Apakah Mr Ibe meng-engineer jam-jam lain di Casio selain G-Shock?
I: Saya ada di bagian engineer development, jadi jelas semua jam tangan lain saya tangani.

K: Inovasi tersulit selama bekerja di Casio?
I: Paling sulit adalah menemukan anti-shock untuk pertama kalinya. Sangat sulit menemukan teknologi supaya jam tidak mudah rusak karena selama ini yang kita tahu, jam tangan itu ringkih. Jadi, menemukan jam tangan yang tahan banting sangat sulit.

K: Berapa lama waktu untuk menemukan G-Shock dan berapa kali uji coba?
I: Dari sejak pengembangan hingga jadi produk menghabiskan waktu 2 tahun. Uji cobanya lewat berbagai hal, mulai dari menjatuhkan jam tangan dari lantai 3, mencelupkan ke dalam mangkuk berisi air dan lumpur, dan melindas jam tangan di dalam lumpur.

K: Produk G-Shock sudah banyak penirunya, mengapa kami harus tetap membeli G-Shock?
I: Pada saat pertama kali G-Shock dikeluarkan, itu adalah jam tangan yang tipis. Jadi, waktu itu tak banyak penirunya karena ini jam tebal. Selama sepuluh tahun sejak pertama kali dikeluarkan, kami tetap melakukan perkembangan dengan tetap mempertahankan kelebihan G-Shock. Selama itu pula, orang bisa mengakui G-Shock adalah jam tangan yang kuat dan tak mudah rusak. Waktu itu tak banyak pesaing sehingga orang-orang mengakui bahwa G-Shock adalah yang terkuat. Setelah itu, mulailah jam tangan dikenal dan banyak yang memilih. Walau ada peniru, tetapi media dan orang-orang sudah kenal sehingga sudah terekam dan terbenam bahwa jam tangan yang kuat dan tahan banting adalah G-Shock. Kami sangat berterima kasih terhadap media yang secara tidak langsung memperkenalkan G-Shock.

K: Keunggulan mesin G-Shock itu sendiri?
I: Pertama, kuat dan tahan lama, serta tak mudah rusak. Kedua, adaptasi teknologi baru sudah banyak dimasukkan ke sini. Misalnya, kami menggunakan energi solar, kami juga punya yang sudah diperlengkapi sensor. Sensor suhu ruangan sekitar dan bisa mengetahui kita berada di ketinggian berapa.

K: Ada pengalaman unik saat menciptakan G-Shock?
I: Waktu saya memulai riset G-Shock, trennya adalah zaman jam tipis sehingga saya terpaksa melakukan riset di tempat tersembunyi. Akhirnya, saya mencoba menjatuhkan jam tangan dari jendela toilet di lantai 3, bolak-balik dan naik-turun. Kaki saya jadi kuat sehingga saya sekarang jago lari.

K: Tantangan G-Shock ke depannya?
I: Kami tetap ingin mempertahankan bahwa G-Shock adalah yang terkuat dan antishock. Menurut saya, tak akan ada yang bisa mengalahkan G-Shock. Dengan teknologi-teknologi baru, itu akan menjadi hal yang membantu kami. Kami yakin tidak akan kalah.

K: Setelah pembuatan G-Shock yang mengubah dunia arloji, ada perubahan apa dalam diri Anda?
I: Tak ada perubahan yang banyak secara pribadi. Hanya saja, saya jadi punya banyak kesempatan untuk bisa bertemu banyak orang dari seluruh dunia. Saya diperlakukan seperti ini menjadi suatu hal yang mengesankan dan luar biasa.

K: Sebagai pencipta G-Shock, apakah Anda juga pengoleksi?
I: Saya hanya punya 2 jam tangan G-Shock. Saya sering kali mendapatkan pertanyaan ini, dan para wartawan selalu kecewa. Orang-orang berpikir saya punya banyak sekali jam tangan G-Shock. Padahal, saya cuma punya 2. Jam yang saya punya adalah desain G-Shock yang pertama, DW500, dan itu tidak saya pakai. Yang sehari-hari yang saya pakai adalah yang persis dengan yang pertama itu.

K: Apa yang membuat Mr Ibe tertarik dengan jam tangan?
I: Saat saya masuk Casio, saya memulai jam digital. Saya berpikir, ini akan menjadi perkembangan baru, itulah yang membuat saya ingin terus bekerja di sini. Kalau yang membuat saya terus bekerja di bidang jam tangan, itu karena saya suka melihat wajah orang-orang yang puas saat memilih barang-barang yang mereka idam-idamkan, termasuk jam tangan.

K: Jadi Anda suka berada di toko dan melihat para pelanggan membeli barang-barang itu?
I: Betul. Saya secara random datang ke toko-toko Casio dan melihat pelanggan saat membeli jam tangan saya. Saya suka melihat ekspresi wajah mereka yang senang saat bisa membeli jam tangan yang mereka sukai. Tetapi kalau ke toko, saya enggak beli, lho...

K: Ke depannya teknologi apa lagi yang akan dimasukkan ke dalam G-Shock?
I: Sekarang kami sedang memikirkan banyak hal. Jadi, silakan ditunggu teknologi baru kami, kira-kira kurang dari 3 tahun lagi.

Ketika ditanyakan apakah Casio akan memunculkan jam tangan yang berteknologi tinggi, seperti Sat-nav atau dengan ponsel, Mr Ibe menjawab "Tunggu saja," sambil tertawa, "Itu sudah ada di benak saya."

Uniknya, meski setiap hari berkutat dengan dunia digital, pria yang gemar berolahraga ini tidak suka main games. "Saya tidak suka mengunci diri sendirian," katanya. Tak hanya itu, ia dengan rendah hati ia mengaku, "Orang mungkin berpikir saya aneh karena hal ini. Saya pun tidak punya ponsel. Saya senang memerhatikan teknologi, tetapi tidak mau terikat dengan gadget. Saya sudah mencurahkan waktu dan pikiran di kantor, saya tak mau terlalu terikat dengan teknologi. Saya sangat mensyukuri kalau sudah kelar bekerja di kantor, setelah itu saya ingin mengistirahatkan pikiran. Bagi saya, sangat menyenangkan untuk bisa hidup dalam lingkungan yang banyak tumbuhan. Saya suka di Jakarta, saya suka ada banyak tumbuhan di sini. Anda ingin tinggal di Jepang? Saya ingin tinggal di sini, mari kita bertukar, ha-ha-ha...." Demikian catatan online SEO Blogger Blogspot tentang Shock The World Tour (STWT).
READ MORE -> Shock The World Tour (STWT)

Jumat, 05 November 2010

Demi menunjukkan sikap kooperatif

Demi menunjukkan sikap kooperatif, seharusnya Nunun Nurbaeti memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nunun seyogianya menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pemilihan Miranda Goeltom menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004.

Demi menunjukkan sikap kooperatifHal itu dinyatakan oleh Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz, kepada media massa, Jumat (5/11/2010) siang. "Ia (Nunun) tidak memiliki itikad baik. Kalau ia memang beritikad baik, seharusnya memenuhi pemanggilan pemeriksaan KPK," kata Donal.

Kendati Nunun mengaku sakit lupa berat, seharusnya Nunun mempersilakan dokter dari rujukan KPK memeriksanya dalam upaya mencari second opinion.

Dengan sikap Nunun saat ini, Donal melihat ada dugaan Nunun menghindari pemeriksaan KPK. Hal itu semakin mempertebal dugaan masyarakat bahwa Nunun terlibat dalam skandal suap cek perjalanan yang mengalir ke anggota-anggota Komisi XI DPR.

"Bila ia merasa tidak bersalah, kenapa harus takut menghadapi pemanggilan KPK?" katanya.

Donal pun meminta KPK bersikap tegas dengan melakukan pemanggilan paksa terhadap Nunun dengan alasan tidak memiliki itikad baik dan demi kepentingan penyidikan. Demikian informasi dari SEO Blogger Blogspot tentang Demi menunjukkan sikap kooperatif.
READ MORE -> Demi menunjukkan sikap kooperatif
 
 
Copyright © 2015 SEO Blogger Blogspot All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho