Selasa, 17 Mei 2011

Kota Pekanbaru menggelar pemilihan walikota dan wakil walikota

Hari ini, Rabu 18 Mei 2011, Kota Pekanbaru menggelar pemilihan walikota dan wakil walikota. Pemilihan kepala daerah Pekanbaru kali ini, hanya diikuti oleh dua pasangan calon, yakni Firdaus-Ayat Cahyadi dan Septina Primawati Rusli-Erizal Muluk.

Calon walikota Firdaus adalah mantan Kepala Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah Riau. Sedangkan pasangannya, Ayat Cahyadi adalah anggota DPRD Riau dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Sebelumnya, Ayat juga pernah menjabat wakil ketua DPRD kota Pekanbaru.

Pasangan ini diusung partai PKS, Hanura, PBB, PDK, Partai Demokrat, dan PDI Perjuangan.

Sementara itu, calon walikota Septina Primawati Rusli adalah istri Gubernur Riau saat ini, HM Rusli Zainal. Rusli sendiri tak bisa lagi mencalonkan diri dalam pilkada kali ini karena telah menjabat selama dua periode. Pasangan Septiana adalah wakil walikota Pekanbaru, Erizal Muluk. Erizal, juga dikenal sebagai seorang pengusaha.

Pasangan Septina - Erizal didukung Partai Golkar, PAN, PPP, PKB dan Gerindra.

Survei beberapa lembaga telah dilakukan untuk memprediksi hasil pilkada kali ini. Lembaga survey Riau Risearch Center misalnya, menyatakan pasangan Firdaus-Ayat akan memenangkan pemilihan. "Survei yang kami laksanakan pada tanggal 14-15 Mei 2011 menunjukkan pasangan nomor urut satu unggul dengan perolehan suara 60 persen dan nomor urut dua 40 persen," kata Ketua Riau Risearch Center, Harisman.

Sedangkan, Riset Indo Strategi yang melakukan survei dari tanggal 9-12 Mei 2011, menyebutkan pasangan Septina justru lebih unggul dibanding pasangan Firdaus - Ayat. Hasil survei itu menunjukkan sekitar 48,3 persen masyarakat Pekanbaru memilih pasangan Septiana - Erizal, sedangkan pasangan Firdaus - Ayat hanya dipilih oleh 41,9 persen suara. "Selisih sekitar 6,4 persen," ujar Tim Komunikasi Bersama Septina dan Eri (Berseri), Abu Bakar Sidik menyampaikan hasil survey.

Pemilihan ini akan diikuti 536.113 warga yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). "Mereka akan menggunakan hak pilih di 1.250 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di hampir seluruh wilayah," ujar Ketua KPU Pekanbaru, Yusri Munaf. Demikian catatan online blog SEO Blogger Blogspot yang berjudul Kota Pekanbaru menggelar pemilihan walikota dan wakil walikota.
READ MORE -> Kota Pekanbaru menggelar pemilihan walikota dan wakil walikota

Sabtu, 14 Mei 2011

Pelaksanaan Pilkada Majene

Pelaksanaan Pilkada Majene yang digelar Kamis (12/5) lalu dinilai layak ditiru dan menjadi contoh daerah lain di Indonesia karena berlangsung tertib, lancar dan aman. Sejak tahapan awal pilkada hingga pemungutan suara selesai, massa pendukung dan simpatisan kandidat dinilai mampu bersikap dewasa dan tidak berbuat anarkistis. “Saya kira proses pesta demokrasi di Majene ini bisa ditiru dan menjadi pelajaran bagi daerah lain karena semua pihak mampu bersikap dewasa,” ungkap dosen Ilmu Politik Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Ahmad Samad, kemarin.

Hasil perhitungan sementara yang menempatkan incumbent Kalma Katta bersama Fahmi Massiara sebagai pemenang, juga dinilai mampu dihormati warga sebagai sebuah proses demokrasi. Wakil Sekretaris Yayasan Pendidikan Indonesia Sulawesi Barat (Yapisbar) ini menambahkan, pelaksanaan Pilkada Majene yang berjalan lancar dan damai itu didukung oleh karakter yang dimiliki masyarakat setempat yang masih kental dengan nilai budaya.

Selain itu, warga juga dinilai mampu bersikap rasional. “Karakter masyarakat Majene berbeda dengan daerah lain sehingga proses pilkada bisa dijalankan dengan baik dan hasilnya bisa diterima oleh semua pihak. Meskipun, hasilnya belum final karena harus menunggu penetapan KPU,” tandas Ahmad. Koordinator Pengawasan Panwaslu Sulbar Abdi Manaf mengatakan, sikap kedewasaan yang ditunjukkan masyarakat Majene, terutama tim, pendukung, dan simpatisan kandidat yang kalah, patut diapresiasi.

“Ini patut diacungi jempol. Semua pihak mampu bersikap dewasa dan tidak terpancing dengan euforia pihak yang menang,” ungkapnya,tadi malam. Berdasarkan catatan SINDO, sejak awal tahapan pilkada, tidak ada pelanggaran yang membutuhkan proses panjang.Bahkan laporan atau pun temuan pelanggaran dari Panwaslu setempat hampir tidak ada.

Jajaran Panwaslu sendiri mengaku baru memproses satu laporan indikasi pelanggaran selama masa kampanye. “Jumlah laporan pelanggaran kami belum tahu pasti karena belum diinventarisir. Yang pasti, ada laporan yang masuk,” kata anggota Panwaslu Majene Asri Sulaiman. Anggota KPU Majene Surakhmat juga mengaku bersyukur atas penyelenggaraan pilkada yang lancar dan damai sesuai dengan harapan semua pihak. “Alhamdulillah, pilkada ini berjalan lancar.

Mudah-mudahan ini bisa tetap dipertahankan hingga penetapan nanti,” ujarnya. Dia juga mengaku bahwa, hingga usainya pelaksanaan pemungutan suara, KPU belum menerima laporan dari Panwaslu terkait pelanggaran yang dilakukan para peserta pilkada, mulai tahapan awal hingga pemungutan suara.

Sementara itu, meski Pilkada Majene dan Ujian Nasional Sekolah Dasar (UNSD) bersamaan jadwalnya pada Kamis (12/5), namun keduanya tidak saling menganggu dan berjalan sukses “UNSD tidak terganggu oleh penyelenggaraan pilkada dan penyelenggaraannya berlangsung sukses,” kata Sekretaris Panitia UNSD Majene Nurdin kepada media kemarin. Demikian catatan online SEO Blogger Blogspot yang berjudul Pelaksanaan Pilkada Majene.
READ MORE -> Pelaksanaan Pilkada Majene
 
 
Copyright © 2015 SEO Blogger Blogspot All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho