Minggu, 09 Oktober 2011

Hubungan perselingkuhan antara guru dan siswa

Hubungan perselingkuhan antara guru dan siswa di Palopo, dibongkar warga. Pasangan mesum ini digerebek puluhan warga saat asyik bermesraan di dalam rumah sang guru, di Perumahan RSS Balandai, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara. Ern, 26, seorang guru di salah satu SMAN ternama di Balandai, hanya bisa pasrah setelah digelandang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palopo, Jumat (6/10) malam.

Begitupun siswa yang menjadi pasangan selingkuhnya, Ron, 17, ikut digelandang ke Kantor Satpol PP. Sialnya lagi, Ern harus berurusan hukum karena orang tua Ron, siang kemarin, melapor ke Polres Palopo.

Ern dilaporkan terlibat pencabulan dengan siswanya yang masih berstatus anak di bawah umur. “Kami baru menerima laporannya barusan. Nantilah dilihat dan dipelajari dulu, kata Kasatreskrim Polres Palopo AKP Amos Bija. Kasus perselingkuhan guru dengan siswa kelas III SMA ini telah lama diresahkan warga Perumahan RSS Balandai dalam beberapa bulan terakhir. Ron sering bertamu bahkan menginap di rumah gurunya, terutama saat suami gurunya tengah tidak berada di rumah.

Warga RSS Balandai yang sudahgerahdenganperbuatantersebut, akhirnya menggerebek dua pasangan selingkuh ini. Saat digerebek, Ern sempat bersikeras bahwa tidak ada pria yang disembunyikan di rumahnya. Namun, warga tetap tidak percaya karena sebelum melakukan penggerebekan. Alhasil, Ron tertangkap tengah bersembunyi dalam kamar mandi di kamar tidur gurunya.

Dua pelaku, Ern dan Ron, telah mengakui perbuatannya. Mereka mengaku hampir setahun menjalin hubungan asmara setelah suami gurunya pergi berlayar, kata Kasatpol PP Palopo Edwan Katimbo, kemarin. Kasus asmara terlarang guru dan siswa ini sebenarnya telah terendus di sekolah.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Palopo Muh Yamin, pihak sekolah pernah mengingatkan guru dan siswa ini agar tidak melanjutkan hubungan asmara, apalagi Ern masih terikat pernikahan. Mereka pernah dipanggil kepala sekolah untuk membuat perjanjian tidak akan berhubungan lagi. Ron berjanji akan dikeluarkan dari sekolah dan Ern berjanji dipecat sebagai guru PNS jika masih tetap berhubungan. Makanya, masalah ini akan saya cross check ke sekolah,”ujarnya.
READ MORE -> Hubungan perselingkuhan antara guru dan siswa

Pendaftaran seleksi calon direktur Perusahaan Daerah Air Minum

Pendaftaran seleksi calon direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Palopo akan dibuka Rabu (19/10). Sejumlah figur, baik dari kalangan pejabat maupun internal perusahaan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo tersebut dikabarkan bakal bersaing. Sejumlah calon yang diwacanakan mengikuti seleksi, di antaranya Kadis Pertambangan dan Sumber Daya Alam Palopo Amang Usman, Camat Sendana Samil Ilyas, mantan anggota DPRD Palopo Baharman Supri, Kabag Keuangan PDAM Palopo Yasir, dan Kabag Teknik PDAM Hamid. Direktur PDAM Palopo Andi Nurlan Baslan juga masih disebut-sebut berpeluang diperpanjang masa tugasnya.

Bahkan, Wali Kota Palopo HPA Tenriadjeng dikabarkan masih akan memperpanjang masa dinas Nurlan satu periode lagi, yakni empat tahun ke depan. Dia menilai kinerja Tenriadjeng meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Anggota DPRD Palopo Irwan Hamid berpendapat, kendati Wali Kota Palopo memiliki hak prerogatif mengangkat dan memberhentikan direktur PDAM, owner harus menunjuk direktur melalui seleksi dan penyaringan secara terbuka para calon direktur.

Dalam seleksi itu, para calon mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test). “Dewan juga akan memberikan masukan dan saran kepada Wali Kota untuk menetapkan satu direktur dari beberapa calon direktur yang lolos seleksi dan penyaringan. Jadi, diharapkan seleksi ini berjalan sesuai ketentuan,”katanya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Seleksi Direktur PDAM Palopo Haidir Basir menyatakan, kerabat Wali Kota maupun Wakil Wali Kota Palopo dilarang mengikuti seleksi direktur PDAM, termasuk anggota dewan pengawas. Dia menjamin, seleksi dalam waktu dekat ini superketat.

“Keluarga kepala daerah, baik Wali Kota dan Wakil Wali Kota, termasuk dewan pengawas, tidak diperkenankan mengikuti seleksi karena melanggar ketentuan,” ungkap dia selaku narasumber utama dalam dialog publik “Mencari Direktur PDAM Palopo Ideal,” Jumat (6/10) malam, di Hotel Melati Resident.

Haidir mengemukakan, selain syarat tersebut, calon direktur PDAM memiliki pengalaman kerja 10 tahun di PDAM atau mempunyai pengalaman kerja minimal 15 tahun mengelola perusahaan bagi yang bukan berasal dari PDAM. “Calon direktur juga lulus pelatihan manajemen air minum di dalam atau di luar negeri yang terakreditasi dibuktikan dengan sertifikasi atau ijazah,” ujarnya.

Haidir Basir yang akrab disapa HB, menambahkan,seleksi calon direktur PDAM akan terbuka dan dilakukan uji kelayakan dan kepatutan sesuai amanat Permendagri No 2/2007 tentang Organ dan Kepegawaian PDAM dan Peraturan Menteri Keuangan No 120/PMK.05/ 2008.

PDAM membutuhkan sosok direktur profesional untuk mengelola perusahaan tersebut agar berorientasi profit setelah Pemkot akan menyertakan modal Rp24 miliar untuk memperluas cakupan pelayanan PDAM. “Agar PDAM bisa untung, dibutuhkan orang yang tepat mengelolanya. Karena itu, persyaratan direktur sangat ketat,” tandas dia.
READ MORE -> Pendaftaran seleksi calon direktur Perusahaan Daerah Air Minum

Rumah Sakit Pelamonia

Rumah Sakit Pelamonia dinyatakan lulus penilaian Komite Akreditasi RS Kementerian Kesehatan yang digelar Juli lalu. RS binaan Komando Daerah (Kodam) VII/Wirabuana ini dinyatakan berhak menyandang akreditasi untuk 16 jenis pelayanan kesehatan yang ada.

Penyerahan sertifikat akreditasi dilakukan Direktur Kesehatan (Dirkes) Direktorat Jenderal Kekuatan dan Pertahanan (Kuathan) Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Dr Harry Yusmanadi kepada Pangdam VII/Wirabuana yang diwakili Dirkes Brigjen TNI Hari Mulyono di Makassar, kemarin.

Akreditasi 16 pelayanan tersebut meliputi pelayanan administrasi dan manajemen, medik, gawat darurat, keperawatan, rekam medik, farmasi, keselamatan kerja, kebakaran, kewaspadaan bencana, radiologi, laboratorium, kamar operasi, pengendalian infeksi, perinatal risiko tinggi, rehabilitasi medik, gizi, dan intensif, serta darah.

Akreditasi ini mengantarkan RS tingkat II Pelamonia berada di jajaran kelas atas RS di bawah naungan TNI setingkat dengan RSP Gatot Subroto Jakarta dan RS Dustira Kesdam III Siliwangi di Bandung. “Seluruh RS tingkat II dan tingkat IV di wilayah Kodam VII terakreditasi penuh,hanya ada dua Kesdam Kodam terakreditasi penuh, yakni Wirabuana dan Siliwangi,”ucap Harry Yusmanadi yang juga mantan Kepala Dirkes Kodam VII/Wirabuana.

Selain sertifikat 16 pelayanan untuk RS Pelamonia, dia juga menyerahkan sertifikat akreditasi untuk lima jenis pelayanan di RS tingkat IV DR Sumantri Kota Parepare. Enam RS di bawah naungan Kodam VII/Wirabuana telah terakreditasi,yakni RS tingkat II di Makassar,RS tingkat III di Manado,dan empat RS tingkat IV,yakni di Palu,Kendari,Parepare, dan Bone.

“Ini prestasi luar biasa melampaui 12 layanan. Dari 130 RS di TNI yang terakreditasi hanya 64. Bahkan masih ada tingkat II yang belum terakreditasi,” katanya. Dia juga mengingatkan Kesdam Wirabuana mempertahankan prestasi tersebut dengan menggalakkan pendidikan spesialisasi dokter untuk mendapatkan akreditasi A, setingkat dengan RS di bawah naungan Kementerian Kesehatan.

Untuk mendapatkan status itu, sistem pendidikan yang akan menjadi tujuan penting memenuhi syarat, lima dokter spesialis maupun subspesialis. Ada 202 jatah pendidikan dokter spesialis dari Kementerian Kesehatan bagi dokter yang bernaung di bawah RS binaan TNI. Sementara itu, Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Muhamad Nisam dalam sambutannya yang dibacakan, Arry Yusmanandi mengharapkan status akreditasi yang diperoleh berimbas pada peningkatan kualitas pelayanan.
READ MORE -> Rumah Sakit Pelamonia

Jumat, 07 Oktober 2011

Pelaku perkosaan dan pembunuh

Pelaku perkosaan dan pembunuh terhadap korban Novi Fajar Wati, 11, yakni Faqih ternyata melakukan aksinya dengan sangat tenang.Hal itu terungkap dari hasil rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut yang digelar Polres Ogan Ilir di SMK I Indralaya Utara Ogan Ilir Rekonstruksi dimulai sore hari sekitar pukul 15.30 hingga pukul 17.15 WIB, dengan 32 adegan.

Korban Novi diperankan Agus, pekerja harian lepas (PHL) Pidum Polres OI. Kemudian tersangka utama Farid diperankan Bribda Bambang Irawan. Sedangkan, tersangka kedua, Faqih, dilakukan langsung Faqih. Rekonstruksi juga menghadirkan dua orang saksi, Amrullah dan Yusman, yang terakhir melihat korban bersama tersangka.

Dalam setiap adegan rekonstruksi tersebut, terlihat jelas tersangka utama Farid yang memberikan arahan kepada tersangka kedua Fagih untuk membawa dan mengajak korban ke pesantren. Namun sebelumnya terlebih dahulu mengajaknya mengelilingi dusun menggunakan motor merk Shogon BG 5195 AQ. Usai Faqih menyetubui korban, dalam adegan ke-22 terlihat Farid yang mendudukkan korban dan mengambil sebilah besi yang tebalnya 1 cm, dan memukulkannya ke kepala korban hingga tewas.

Kapolres OI AKBP Deni Dharmapala melalui Kasat Reskrim Yuskar Efendi mengatakan, rekonstruksi ini bertujuan untuk mengetahui jelas kronologi kejadian tersebut, atas pengakuan tersangka kedua (Faqih). Sedangkan untuk tersangka utama, Farid,belum bisa dimintai keterangan dan masih berada di Rumah Sakit Ernaldi Bahar untuk menjalani tes kejiwaan dengan pengawalan ketat petugas.
READ MORE -> Pelaku perkosaan dan pembunuh

Oknum Kapolsek Seberang Ulu

Oknum Kapolsek Seberang Ulu (SU) I Palembang Kompol Richad B Pakpahan dilaporkan M Darjus, 49, warga Lorong Kawasan, RT 022/006, ke Siaga Ops Polda Sumsel dan Bid Propam Polda Sumsel karena diduga telah melakukan pemerasan dan perampasan terhadap korban. Korban melapor pada Kamis (6/10) sekitar pukul 14.45 WIB dengan didampingi para saksi. Laporan korban No LPB/544/- X/2011/SUMSEL sudah diterima petugas Siaga Ops Polda Sumsel dan diteruskan ke penyidik Direktorat Reskrim Umum Polda Sumsel dan Bid Propam Polda Sumsel. Di hadapan petugas,korban mengatakan, kasus pemerasan terjadi pada Senin (22/8), tepatnya di ruang Kanit Reskrim Polsek SU I Ipda AK Sembiring.

Saat itu anak korban bernama Tomy ditangkap anggota Reskrim SU I pimpinan Kanit Reskrim Ipda Sembiring. ”Anak saya yang sedang bawa mobil kantor pelat merah distop Kanit Reskrim dan anggotanya saat razia di Jakabaring,” ungkap Darjus kemarin. Selanjutnya, korban disuruh turun dari mobil untuk menunjukkan surat kendaraan, tapi sebelum menunjukkan surat kendaraan, Kanit Reskrim Ipda Ak Sembiring langsung memerintahkan anak buahnya menangkap anaknya.

”Dia (kanit Reskrim) bilang anak saya terlibat kasus pemerasan bersama temannya beberapa bulan lalu. Kemudian, anak saya dibawa ke Polsekta SU I Palembang untuk diperiksa lebih lanjut,”paparnya. Di Polsekta SU I, anaknya disuruh Kanit menelepon orang tuanya agar datang ke Polsekta.“ Dalam pertemuan kami bertiga itu, Kapolsek minta uang Rp25 juta, jika anak saya mau keluar dari tahanan.

Saya bilang sama Pak Kapolsek SU I waktu itu, saya cuma ada Rp15 juta saja, lalu uang Rp15 juta itu diambil Kapolsek, dan Kapolsek bilang sisanya nanti ya,” katanya. Terpisah, Kapolsek SU I Palembang Kompol Richad B Pakpahan membantah telah melakukan pemerasan dan perampasan sebagaimana dituduhkan pelapor.

”Saya tak pernah meminta uang, apalagi memeras terhadap korban.Memang kasus yang menimpa anak korban kita tangani. Bahkan, korban sendiri yang meminta anaknya ditangguhkan dalam kasus ini dan memang waktu itu kita pelajari terkait penangguhan nya,” pungkas Richad saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya kemarin. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Pamen di Bid Propam Polda Sumsel AKBP Ikshan mengaku belum menerima laporan itu.”Kalau memang ada, akan kami proses sesuai ketentuan berlaku,”tandas Iksan.
READ MORE -> Oknum Kapolsek Seberang Ulu

Terlibat baku tembak dengan empat orang komplotan perampok

Petugas Satuan Reskrim Polres OKI dan Polsek Mesuji terlibat baku tembak dengan empat orang komplotan perampok, Rabu (5/10) malam. Namun, akhirnya keempat pelaku berhasil dibekuk. Baku tembak terjadi saat polisi menyergap kawanan perampok yang selama ini meresahkan masyarakat Kecamatan Mesuji,Kabupaten OKI. Jajaran Satuan Reskrim Polres OKI dan Polsek Mesuji yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Surachman akhirnya berhasil melumpuhkan empat perampok tersebut.

Tiga dari empat perampok itu terpaksa ditembak kakinya karena melawan petugas ketika akan ditangkap. Komplotan perampok ini tidak segan-segan melukai, bahkan membunuh korbannya saat beraksi. Dari tangan keempat tersangka, diamankan sepucuk senjata api rakitan berikut 5 butir amunisi, 1 butir selongsong amunisi, 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion milik korbannya, Gunawan bin Mastro, yang disita dari tangan tersangka Mat Soleh.

Keempat tersangka yakni Mat Soleh alias Tango bin Hasan, 29,warga Dusun Bali Sadar, Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji; Gunanto bin Suhardi, 29,warga Desa Karya Jaya, Dusun Serdang, Kecamatan Mesuji Makmur,OKI. Kemudian, Harlan, 29, warga Desa Sumbu Sari Bawah, Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja; dan Samhori alias Agus bin Rosadi, 29,warga Desa Banjar Sari, Kecamatan Buay Pemuka Raja, Kabupaten OKU Timur.

Mat Soleh ditembak dua lubang di kaki kanan dan Gunanto ditembak dua lubang di kaki kirinya. Saat menggerebek kedua tersangka, polisi sempat baku tembak di perkebunan kelapa sawit, Kecamatan Mesuji.“Dari Mat Soleh, kita amankan senpi rakitan dan lima butir peluru aktif.Satu selongsong peluru yang amunisinya sempat ditembakkan ke anggota kita karena sempat baku tembak saat menangkap mereka,”kata Kapolres OKI AKBP Agus Fachtullah kepada wartawan di ruang kerja Kasat Reskrim.

Kemudian, tersangka Samhori ditembak dua lubang di kaki kirinya. Sedangkan, Harlan tidak ditembak karena tidak melakukan perlawanan. Sementara, lima pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi. “Keempat tersangka ditangkap dalam Operasi Sikat Musi 2011, kawanan ini sudah memiliki tiga laporan polisi, khususnya di wilayah OKI,”kata Kapolres. Menurut Kapolres, Mat Soleh ditangkap tak jauh dari kediamannya karena melawan dan berusaha kabur.

Akibatnya, terjadi aksi tembak dengan petugas dan akhirnya dua butir peluru bersarang di kaki kanan Mat Soleh. Kemudian, kasus dikembangkan dan polisi berhasil menangkap Gunanto. Kapolres mengatakan, pelaku berjumlah lima orang. Sebenarnya ada lagi pelaku yang ditembak di kakinya, tetapi lolos dari kejaran petugas. “Korban yakni Gunawan bin Masto, warga Desa Karya Jaya Mesuji Makmur, kehilangan Yamaha Vixion dan uang Rp18 juta.

Laporannya diterima polisi pada 7 September 2011,”katanya. Selain itu, korban lainnya dari aksi komplotan perampok tadi yakni Sudarmono, warga Mesuji Makmur yang dihadang kawanan Mat Soleh, kemudian ditusuk hingga tewas di lokasi. Selanjutnya, komplotan Mat Soleh kehilangan Yamaha Jupiter Z. Laporan kasus ini diterima pada 29 Agustus 2009.
READ MORE -> Terlibat baku tembak dengan empat orang komplotan perampok

Rencana pemindahan lokasi (relokasi) pasar Inpres

Rencana pemindahan lokasi (relokasi) pasar Inpres yang segera dilakukan Pemkot Lubuklinggau mendapat penolakan dari pedagang dan pedagang kaki lima (PKL). Pendi,20, PKL di Pasar Inpres mengatakan, menolak pemindahan lokasi jualan mereka karena banyak pembeli sudah mengetahui lokasi belanja mereka. “Memang sudah ada pemberitahuan pak, tetapi tidak menyeluruh kami jelas menolak karena di lokasi baru tidak memiliki tempat berjualan seperti di lokasi lama,”tegas Pendi, kemarin.

Penjual buah-buahan ini menjelaskan,jika pindah di lokasi baru dengan lokasi jualan yang belum ditetapkan pemerintah akan mempersulit mereka. Mirisnya, kata Pendi, kami bukan untung malahan merugi karena para pembeli yang sudah menjadi langganan tetap tidak mengetahui keberadaan mereka.“Saya tolak pemindahan itu Pak. Karena, bukan saya saja melainkan pedagang lainnya,” katanya.

Hal berbeda dikatakan Tini. Pedagang pakaian mengaku belum mendapatkan pemberitahuan resmi.“Jika pindah pak jelas kami yang rugi,karena di daerah pasar Inpres banyak pembelinya sedangkan di lokasi baru jelas berbeda. “Di sini ramai bahkan berada dipusat kota seluruh orang melihat. Sehingga, jika dipindahkan pedagang kecil seperti kami yang kehilangan omset,” ungkap ibu dua anak ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Mikro dan Pengelolaan Pasar (DKUMMMPP) Kota Lubuklinggau, Imam Senen mengatakan, pihaknya baru melakukan pemberitahuan terlebih dahulu. Namun, pemindahan nanti segera disosialisasikan.

“Untuk pedagang di blok A dan B Pasar Inpres yang dipindahkan nanti hanya bersifat sementara setelah ada pembangunan pasar baru mereka kembali pindah. Sedangkan untuk PKL yang ada semuanya wajib pindah dengan lokasi pasar yang telah ditentukan,” kata Imam. Mengenai ada penolakan, Imam, menambahkan, semua untuk menciptakan ketertiban, kebersihan dan menghilangkan kesan semerawut karena lokasi PKL berjualan di pusat kota.
READ MORE -> Rencana pemindahan lokasi (relokasi) pasar Inpres

Memberikan uang saku

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memberikan uang saku sebesar Rp1,5 juta untuk setiap calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tahun ini. Bupati Muba H Pahri Azhari mengatakan pemberian uang saku tersebut sudah dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Denganbegitudiaberharap para jemaah yang akan segera melakukan rukun islam ke-5 itu menyiapkan fisik dan mental agar bisa lancar dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Dari tanah air sudah harus disiapkan bekal lahir dan batin. Terutama fisik dan mental,” kata Pahri di Sekayu kemarin. Menurut Pahri, menunaikan ibadah haji tidak sekadar pergi ke Kota Mekkah atau Madinah. Di dalam pelaksanaannya banyak rangkaian dan tahapan ibadah yang wajib dan sunat untuk diikuti. Hal itu membutuhkan kesiapan mental, dan juga fisik.Di mana pada waktu tertentu jemaah diwajibkan mengikuti rangkaian ibadah yang termasuk dalam rukun berhaji.

“Kita berharap jemaah kita fokus melaksanakan ibadah di sana. Soal oleh-oleh dari tanah suci, tidak mesti menjadi prioritas. Kalau memang harus,ya di sini juga sudah banyak,”ujarnya. Sebanyak 290 calhaj Kabupaten Muba yang tergabung dalam kloter 18 yang akan diberangkatkan 21 Oktober mendatang.

Sementara Kementerian agama (Kemenag) Kabupaten Muba menyatakan ada sekitar 60% calhaj yang bisa berangkat tahun ini berpotensi mengalami resiko tinggi (Risti) terutama terkait masalah kesehatan karena sudah berumur di atas 60 tahun.Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Muba, H Ahmad Nasuhi mengatakan, para calhaj pada bulan Oktober direncanakanakanmasukasrama.

Sehingga mereka harus benar-benar siap menjalan ibadah haji. Jumlah jamaah masih bisa bertambah sekitar 30-40 orang.Namun dibandingkan tahun lalu tampaknya agak menurun. Mengenai calhaj Risti itu, jelasnya, sebenar seluruh calhaj harus benar-benar mempersiapkan fisik dan mentalnya.

Namun sejauh ini memang calhaj yang di atas 60 tahun mengalami kondisi fisik yang kurang prima karena rentan dan mengalami sakit. Nasuhi menjelaskan, memang sejauh yang terdaftar lebih dari 50% berusia 60 tahun. “Persoalan usia tentu di luar kuasa kita. Tapi realitanya, itulah yang mendaftar.Kita hanya mengupayakan bagaimana bisa meleyani jemaah dengan baik,”tegas Nasuhi.

Sementara salah satu calhaj asal Muba, Johar Arifin mengatakan dirinya yakin siap secara fisik dan mental.Menurut Johar dirinya sudah lama ingin menunaikan ibadah haji namun baru kali siap dari segi materi dan restu anak-anak. Kepala Kejaksaan Negeri (kajari) Sekayu itu, mengaku saat ini dirinya merasa terpanggil menunaikan ibadah haji.
READ MORE -> Memberikan uang saku

Rabu, 05 Oktober 2011

Prof Drs Ismael Tahir mengatakan

Rektor Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, Prof Drs Ismael Tahir mengatakan, kepercayaan yang diberikan masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang dipimpinannya merupakan tantangan untuk lebih meningkatkan mutu.

Tingginya animo masyarakat menjadi tantangan bagi kami untuk bekerja optimal meningkatkan mutu pendidikan, katanya, di Ambon, Selasa. Jumlah calon mahasiswa baru yang mendaftar di Unidar pada awal September 2011 mencapai 3.410 orang, sedangkan yang diterima hanya 3.000 orang.

Ismael Tahir mengatakan, peningkatan mutu dilakukan dengan pengiriman tenaga dosen dalam beberapa tahun terakhir menempuh pendidikan Strata Dua (S2) dan Strata Tiga (S3) di beberapa universitas di dalam dan luar Maluku, antara lain di Universitas Pattimura Ambon, Universitas Hasanuddin, Makassar, Universitas Gajah Mada, Bandung.

Sedangkan perbaikan fasilitas pembelajaran terus ditingkatkan di antaranya menambah ruang kuliah di tiga lokasi, baik di kampus induk di Desa Tulehu Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, maupun kampus di Wara Kuning, kebun Cengkeh, Kota Ambon dan Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. Perpustakaan di sini (kampus induk - red) termasuk yang terbaik, yakni `hybrid library` yang merupakan gabungan antara konvensional dan digital," katanya.

Sumber Dana

Ismael Taher mengakui, kendala yang mereka alami selama ini hanyalah masalah dana. Namun itu dapat diatasi dengan kelancaran pembayaran SPP mahasiswa yang pada tahun ini mencapai Rp9 miliar per semester. Sumber dana Unidar hanya berasal dari SPP mahasiswa yang digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan para dosen dan karyawan yayasan serta pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan.

"Untuk meningkatkan kinerja dosen tetap yayasan dan para karyawan, gaji dan penghasilan mereka dinaikkan hingga 30 persen dalam bentuk insentif kinerja dan mulai berlaku 1 September 2011. Mereka juga diikutkan dalam asuransi Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek," katanya.

Selain itu, ada pula bantuan beasiswa S2 dan S3 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dan Pemerintah Provinsi Maluku untuk para dosen. Tahun ini, Unidar memenangkan dana hibah kompetisi dari Ditjen Dikti senilai Rp500 juta dan digunakan untuk pengadaan laboratorium kultur jaringan dan penataan ruang praktikum Fakultas Pertanian," ujarnya.

Ia berharap, upaya perbaikan mutu di lembaga yang dipimpinnya itu dapat berdampak meningkatkan kepercayaan masyarakat serta peningkatan kualitas pendidikan di Maluku di masa mendatang.
READ MORE -> Prof Drs Ismael Tahir mengatakan

Selasa, 04 Oktober 2011

Tiga prajurit TNI

Tiga prajurit TNI mendapat penghargaan pengabdian tanpa cacat dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara. Penganugerahan satya lencana pengabdian prajurit TNI diserahkan Pangkosek Hanudnas IV Marsma TNi Deddy N. Komara kepada tiga prajurit TNI masing-masing Praka Hendrik Yulianto (delapan tahun), Letda Lau (P) Denny Priatna (16 tahun) serta Serma Warsiman (24 tahun), di Bati Bhakti Korem 173/PVB Biak, Rabu.

Masrma TNI Deddy Komara membacakan amanat Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengajak, prajurit TNI senantiasa memelihara keimanan dan ketakwaan Tuhan, memegang teguh sapta marga, sumpah prajurit, delapan wajib prajurit dan memelihara kualitas diri dengan menambah ilmu guna meningkatkan profesionalisme prajurit.

Prajurit TNI juga diminta menjaga solidaritas dengan membangun kemanunggalan TNI dan rakyat, memelihara kewaspadaan dan lapor cepat secara dini, menegakkan rantai komando di setiap seluruh kesatuan TNI.

"Jati diri prajurit TNI sebagai prajurit pejuang dan senantiasa mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara serta menjaga kedaulatan NKRI," kata Marsma TNI Deddy N.Komara.

Upacara peringatan HUT Tentara Nasional Indonesia ke-66 tingkat kabupaten Biak Numfor dipimpin Inspektur Upacara Marsma TNi Deddy N.Komara dan komandan upacara Mayor Laut (P) Fredrik Mamoribo berlangsung lancar.

Usai upacara dilanjutkan dengan atraksi skenario pembebasan sandera oleh prajurit terlatih TNI serta panggung hiburan prajurit di Pantai Watewr Basis kompleks TNI AL.
READ MORE -> Tiga prajurit TNI

Melanie Higgins

Sekertaris I bidang politik dari kedutaan besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Melanie Higgins ditemani asisten politik, Pradita Anggira Prima, Selasa (4/9) bertemu dengan unsur pimpinan Majelis Rakyat Papua (MRP).

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar sejam lebih di kantor MRP yang terletak di Kotaraja, distrik Abepura, Jayapura Higgins dan Prima diterima oleh Wakil Ketua I MRP Pendeta Hofni Simbiak S.Th, Wakil Ketua II MRP Engelbertha Katorok, Ketua panitia musyawarah MRP Joram Wambrauw. SH, ketua panitia urusan rumah tangga MRP Yuliana E Wambrauw dan Sekertaris MRP Drs Alfons Rumbekwan, M.Si.

"Mereka ingin tahu sejauh mana hubungan dan kerjasama MRP dan MRPB, serta bagaimana implementasi otonomi khusus bagi Papua yang sedang berjalan saat ini," kata Wakil Ketua I MRP Pendeta Hofni Simbiak, S.Th ketika di temani wakil ketua II MRP Engelbertha Katorok di Jayapura, Papua, Rabu.

Menurut Simbiak, Higgins yang ditemani seorang asisten politik tersebut menanyakan tentang MRP dan Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) serta bagaimana hubungan dan kerjasama kedua lembaga kultur tersebut.

"Kami katakan yang terjadi saat ini, di Papua telah ada dua MRP, yakni MRP di Provinsi Papua dan MRP di Provinsi Papua Barat dan pemerintah telah menyetujui hal itu. Meskipun masih ada permasalahan yang harus diselesaikan," katanya.

"Mereka juga bertanya tentang bagaimana hak-hak asli orang Papua diperjuangkan oleh MRP, dan bagaimana implementasinya di lapangan," lanjutnya.

Ketika ditanya, apakah kunjungan dari staf Kedubes Amerika tersebut sama dengan kunjungan dari Diplomat Australia pada pekan lalu, Simbiak mengatakan ada perbedaan dari antara kunjungan kedua negara tersebut.

Menurut dia, diplomat Australia, juga ingin melakukan kerjasama kedua pihak, terutama dalam pembuatan atau perumusan laporan. Sedangkan staf dari Amerika menanyakan hanya seputar MRP dan MRPB serta bagaimana implemenatasi Otsus di Papua terutama hak-hak orang asli setempat.

"Ada bedanya, jika Amerika hanya menanyakan MRP dan MRPB serta implementasi Otsus. Australia malah ingin membantu penguatan kapasitas bagi MRP," katanya.

Sebelumnya, pada Kamis (29/9) MRP juga dikunjungi oleh Diplomat Australia yang dipimpin oleh Emilly Whellan dan empat orang lainnya, yang menanyakan tentang MRP dan MRPB, dan juga akan melakukan kerjasama dalam penguatan kapasitas bagi lembaga MRP.
READ MORE -> Melanie Higgins

Prof Tony Pariela

Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol) Universitas Pattimura, Prof Tony Pariela, mengatakan, konflik antarkampung yang kerap terjadi di masyarakat dapat diselesaikan dengan menggunakan pranata tradisional.

"Yang penting para pengambil kebijakan di daerah ini mengerti kondisi dan dinamikanya masyarakat sehingga memiliki cukup ketrampilan untuk mengelola perbedaan," kata Pariela di Ambon, Selasa.

Menurutnya bentrokan antarkampung dapat dengan mudah diselesaikan karena ada pranata tradisional seperti hubungan "Pela dan Gandong" yang berfungsi untuk menyelesaikan persoalan yang muncul.

"Dalam realitas masyarakat moderen, pranata-pranata itu memang ada tapi tidak berfungsi secara baik, mungkin karena aktivitas serta kesibukan lain sehingga tidak cukup fokus untuk mengelola perbedaan yang dalam masyarakat,"ujarnya.

Pariela menilai bentrokan yang teradi 11 September 2011 itu merupakan sisa-sisa peninggalan konflik 1999 yang masih menggunakan simbol-simbol agama, meskipun bentrokan itu sendiri bukanlah konflik agama.

"Ini yang harus diluruskan bahwa peristiwa 11 September bukan konflik agama," kata Pariela.

Menurut Kepala Laboratorium Sosiolog Unpatti Ambon ini, untuk mengelola perbedaan maka diperlukan ketrampilan yang baik melaui kebijakan-kebijakan publik maupun peran aktif para tokoh masyarakat.

Ia mengatakan pranata hidup masyarakat Maluku tidak mengenal mayorkrasi atau tirani minoritas maupun istilah mayoritas menekan minoritas.

Dengan demikian menurut Pariela, kebersamaan menjadi point penting, karena semua orang berkedudukan sama dalam hukum sesuai amanat UUD 1945, artinya tidak ada perbedaan dan tidak boleh ada pendekatan dalam kebijakan apapun dimana kelompok yang kecil dimarjinalkan, diabaikan atau sengaja dilecehkan namun semua diperlakukan sama.

"Saya kira, kalau kebijakan-kebijakan publik, pro keadilan, pro perbedaan, dan pro pemerataan, paling tidak bisa meminimalisasi timbulnya konflik- konflik dalam masyarakat," katanya.

Ia berharap, ke depan pekerja damai di Maluku untuk menelusuri akar masalah dan bukan sekedar mencari pemicu.
READ MORE -> Prof Tony Pariela

Hyun Bin tiba di Jakarta

Aktor yang juga model asal Korea Selatan Hyun Bin tiba di Jakarta, Selasa malam untuk menjalankan misinya sebagai duta pertahanan pemerintah negeri ginseng itu untuk Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Hartind Asrin kepada ANTARA mengatakan, aktor yang terkenal dengan drama "Secret Garden" di Indonesia itu, tiba sekitar pukul 20.35 WIB.

Indonesia dan Korea Selatan memang sedang giat menjalin kerja sama di bidang pertahanan. Mulai 2011 kedua pemerintahan melakukan kerja sama pengembangan pesawat tempur Korean-Indonesia Fighter Xperiment (KIF-X).

Kedua negara juga sedang membicarakan rencana jual-beli pesawat latih T-50 Golden Eagle. Indonesia sendiri menawarkan pesawat angkut CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia.

Delegasi Kementerian Pertahanan baru-baru ini juga berkunjung ke Korea Selatan untuk membicarakan rencana kerja sama lain di bidang jaringan sistem keamanan.

Pemerintah Korea Selatan menunjuk Hyun Bin sebagai Duta Industri Pertahanan karena popularitasnya yang cukup tinggi di Tanah Air. Aktor berusia 29 tahun itu memperoleh beberapa penghargaan atas perannya dalam drama televisi Secret Garden yang disiarkan jaringan televisi SBS. Ia juga populer sebagai bintang iklan Samsung Smart TV.

Hyun Bin yang lahir dengan nama Kim Tae Pyung bergabung dengan program wajib militer sejak Maret lalu. Ia ditempatkan di divisi infanteri tempur Korps Marinir di Pulau Baeknyeong dan akan bertugas di sana selama dua tahun.

Selama di Indonesia, Hyun Bin juga akan mendapat Brevet Kehormatan Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
READ MORE -> Hyun Bin tiba di Jakarta

Bekerja sama membuat pesawat angkut militer ringan C-295

PT Dirgantara Indonesia dan European Aeronautic Defense and Space (EADS)-CASA Spanyol bekerja sama membuat pesawat angkut militer ringan C-295. Pesawat C-295 ini merupakan hasil pengembangan dari CN-235. Hanya saja badannya diperpanjang 3 meter, tapi wing-nya sama, dan memiliki engine yang lebih besar," kata Direktur Utama PT DI, Budi Santoso, usai bertemu CEO Airbus Military dan Wakil Menteri Pertahanan di Kementerian Pertahanan, di Jakarta Selasa.

Kedua pihak sepakat untuk membuat enam hingga sembilan pesawat. Sebagian pesawat akan dibangun EADS-CASA di fasilitas pabrik pesawat terbang milik Airbus Military di San Pablo, Sevilla, Spanyol.

Pesawat CN-235 merupakan buah karya bersama PT DI kala masih bernama PT Nurtanio dengan CASA, sedangkan untuk C-295 yang mengudara pertama kali pada 1998 berbobot 50 persen lebih tambun dari pendahulunya, termasuk dibekali mesin PW127G turboprop besutan Pratt & Withney.

Khusus untuk pembuatan C-295, lanjut Budi, sebanyak tiga unit akan dikerjakan di pabrik pesawat terbang PT DI dan sisanya di Spanyol.

Budi menjelaskan, varian C-295 memiliki daya angkut hingga 9,2 ton dan masuk kategori medium military lift. Pesawat C-295 ini lebih efisien dalam hal perawatan dan penggunaan bahan bakar, yaitu mampu terbang 5.300 kilometer dengan membawa bahan bakar hingga 4,5 ton.

Selain itu, EADS-CASA juga sudah berhasil mengembangkan varian C-295 MPA untuk patroli maritim dan C-295 AEWCS dengan kemampuan pesawat peringatan dini dilengkapi radar di badan pesawat yang mampu berputar 360 derajat.

"Dengan model ini, kami bisa masuk ke pasar luar negeri. Karena kalau hanya mengandalkan di dalam negeri, tidak akan mencukupi (kebutuhan PT DI)," kata Budi. Dia menambahkan, pesawat ini menjadi "the best selling medium airlifter" karena paling banyak diminati pasar.
READ MORE -> Bekerja sama membuat pesawat angkut militer ringan C-295

Akan meninjau realisasi seluruh item pekerjaan

Tim monitoring Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPMMP) akan meninjau realisasi seluruh item pekerjaan. Tim ini terdiri atas Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Disdik), dan Inspektorat Daerah.

Anggota Satuan Kerja PNPMMP Rustam mengatakan, ada 65 item kegiatan fisik yang akan ditinjau, di antaranya pembangunan drainase, jalan setapak, rabat beton, salassa, MCK. “Berdasarkan laporan terakhir, sudah 40% realisasi fisik bangunan untuk 2011. Kami akui ada keterlambatan karena dana pendamping dari pemerintah daerah yang terlambat dikucurkan,” ungkapnya.

Seperti diketahui,dana alokasi anggaran PNPMMP dari pusat sebesar Rp16 miliar lebih, dengan dana pendamping dari pemerintah daerah sekitar Rp4 miliar. Monitoring dimulai hari ini di Kecamatan Pamboang dan Banggae Timur, besok di Kecamatan Sendana dan Kecamatan Tammerodo. Dilanjutkan pada hari berikutnya di Kecamatan Tubo dan Kecamatan Malunda, dan yang terakhir di Kecamatan Ulumanda.

Menurut Fasilitator Keuangan PNPMMP Kabupaten Majene Arman, persentase pengembalian telah mencapai 91%. Kecamatan Tubo sebagai kecamatan pengembalian tertinggi sekitar 98% dan Kecamatan Ulumanda merupakan kecamatan pengembalian terendah dengan persentase sekitar 81%.
READ MORE -> Akan meninjau realisasi seluruh item pekerjaan

Defisit APBD 2010

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Majene minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene memberikan penjelasan rinci terkait terjadinya defisit APBD 2010. Dengan demikian, defisit tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Hal itu mengemuka pada rapat pembahasan rancangan perda pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010 antara legislatif dan eksekutif, kemarin. Berdasarkan pendalaman yang dilakukan Dewan, terjadi perbedaan antara arus kas dan laporan pertanggungjawaban.

“Arus kas per Desember 2010, di situ tercantum Rp2 miliar. Sementara laporan yang dipaparkan Sekkab (Sekretaris Kabupaten) defisit Rp6 miliar. Lantas, muncul lagi angka defisit yang berbeda nilainya. Mana yang benar? Ini terlebih dahulu harus dijelaskan,”kata anggota DPRD Edwar.

Ketua TimEksekutifyangjugaPelaksana Tugas(Plt) Sekkab Majene Syamsiar Muchtar menjelaskan bahwa sebetulnya defisit bukan Rp6 miliar,tapi lebih dari angka itu. Pasalnya, ada beberapa mata anggaran yang mengalami surplus sehingga menutupi sebagian defisit. Seharusnya temuan BPK sebanyak Rp20 miliar, tapi tidak jadi temuan karena ada anggaran Rp14 miliar sehingga tertutupi sebagian.

Defisit kemudian menjadi Rp6 miliar. Defisit ini belum termasuk yang menjadi beban pada 2011,”katanya. Namun,legislatif belum dapat memahami terjadinya perbedaan tersebut sehingga tim eksekutif harus saling bergantian memberikan penjelasan. Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah Ramli Puloo mengatakan, dana Rp2 miliar itu tersimpan pada bendahara.

Namun, penjelasan itu tak membuat legislatif paham. Bahkan mereka terus meminta penjelasan lebih rinci tentang adanya perbedaan defisit tersebut. Karena itu, Dewan meminta eksekutif membuat rincian secara tertulis. “Saya pikir angka-angka itu sudah dipahami.Namun, penjelasannya yang belum bisa dicerna.

Saya minta eksekutif membuat rincian tertulis lalu diserahkan kepada legislatif untuk kemudian kita bahas lagi bersama-sama,” tutur Adi Ahsan yang kemudian disepakati dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Marsuki Nurdin.
READ MORE -> Defisit APBD 2010

Baji Bambang Arya

Mantan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit (RS) Labuang Baji Bambang Arya bersaksi dalam sidang lanjutan penganiayaan politikus PDI Perjuangan Sulsel, Husain Djunaid, kemarin. Dalam kesaksiannya, Bambang membela ajudannya, Asriadi Hamid, yang menjadi terdakwa. Bambang mengaku, saat kejadian, Asriadi tidak memukul atau mengeluarkan kata-kata bernada ancaman kepada korban.” Dia (Husain Djunaid) terjatuh ke tembok karena terpeleset di tangga,” ujarnya, kemarin. Sebaliknya, Bambang yang dimutasi menjadi Korwil Bone ini menuding Husain Djunaid yang menjadi pemicu kericuhan tersebut.

Menurutnya, saat berbicara, korban mengacungkan tangan dengan nada tinggi sehingga memancing reaksi tangan ke atas Bambang yang kemudian ditepis Husain. ”Di situ saya berteriak bapak pukul saya yang memancing Asriadi yang jalan di depan berbalik dan terjadilah keributan itu,”katanya. Keterangan saksi tersebut dibenarkan terdakwa,Asriadi. Dia mengaku tidak memukul Husain Djunaid.

”Saya memang memegang kerah bajunya dengan tangan kiri hingga terjatuh ke tembok dengan sedikit emosi, tapi tidak saya pukul,” ujarnya. Kendati demikian, terdakwa mengaku tidak mengetahui kemeja Husain Djunaid robek atau tidak akibat perlakuan tersebut. Dia mengaku, selain dirinya, masih ada orang lain yang berada di tempat itu dan ikut berbaur dalam kericuhan yang terjadi di anak tangga rumah sakit milik pemprov tersebut.

Menanggapi hal itu, JPU Adnan Hamzah dari Kejari Makassar mengatakan, kendati kesaksian Bambang meringankan terdakwa, tuntutan JPU tidak akan dikurangi. Asriadi Hamid dijerat dengan Pasal 170 tentang Pengeroyokan dan Pasal 335 tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan. Majelis hakim yang dipimpin Nathan Lambai, menunda sidang tersebut hingga pekan depan.
READ MORE -> Baji Bambang Arya

Djamaluddin Yunus

Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Raya Makassar Djamaluddin Yunus menolak vonis satu tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, kemarin. Djamaluddin mengaku hanya menjalankan perintah sesuai Surat Keputusan Wali Kota No 900 yang ditandatangani Sekkot Anis Kama. ”Saya tidak bersalah kenapa harus dipenjara, satu hari saja tidak terima, apalagi 1 tahun,” tuturnya, kemarin. Dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim Andi Makkasau mengatakan, hal yang memberatkan terdakwa adalah adanya pungutan terhadap pedagang di Pasar Pa’baeng-baeng.

Djamaluddin juga mengeluarkan kebijakan penambahan masa kontrak los yang harusnya hanya satu tahun menjadi 20 tahun. Djamaluddin dijerat Pasal 11 dan 12 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi No 20/2001 tentang Gratifikasi dan Penyalahgunaan Jabatan. ”Saya tidak menerima keputusan ini dan akan mengajukan banding,” ujar Djamaluddin yang tak mampu menahan air mata saat pembacaan vonis.

Djamaluddin yang berstatus tahanan kota sejak Februari 2011 ini, menuding Sekkot Anis Zakariah Kama sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas perkara yang menjeratnya tersebut. Alasannya, SK 900 terkait pungutan kepada pedagang dibuat atas prakarsa Anis untuk menutupi pungutan liar yang sudah telanjur terjadi. ”Saya punya bukti dasar pembuatan SK 900 dan itu pun dibuat dengan disaksikan beberapa pejabat lingkup pemerintah kota,”ujarnya.

Menurutnya, penerbitan SK 900 memang kewenangan Sekkot yang menjabat Ketua Dewan Pengawas PD Pasar Raya. Selain menyalahkan Anis Kama, Djamaluddin juga tidak menerima sebagai tersangka tunggal, sementara yang melakukan pemungutan liar itu tidak ditahan. Dalam perkara ini, pedagang mengaku membayar hingga puluhan juta untuk bisa mendapatkan lokasi dalam pasar pascarenovasi.

Diketahui, sejak disidangkan akhir 2010, Anis Kama sudah tiga kali mangkir dari panggilan hakim. Terakhir, Sekkot bersaksi secara tertulis yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Fadel Jauhari dari Kejati Sulsel-Sulbar. Menanggapi penolakan vonis dan keinginan terdakwa mengajukan banding, JPU Fadel Jauhari mengungkapkan, jaksa siap kembali melanjutkan perkara tersebut pada tingkat yang lebih tinggi. Vonis yang dijatuhkan tersebut lebih rendah dibanding tuntutan jaksa,yakni penjara satu tahun tiga bulan dan Rp50 juta. ”Vonis tidak menyertakan denda karena ternyata dananya tidak dinikmati terdakwa,” pungkasnya.
READ MORE -> Djamaluddin Yunus

Merayakan hari jadinya yang ke-342

Sulawesi Selatan (Sulsel) sebentar lagi merayakan hari jadinya yang ke-342. Hari bersejarah ini diharapkan bisa menjadi momentum kebanggaan masa lalu sekaligus kebangkitan lebih maju pada masa-masa yang akan datang. Pada HUT Sulsel tahun ini, Pemprov Sulsel kembali menciptakan sebuah sepasang tokoh kartun yang menggambarkan ciri khas dan karakter masyarakat mulai suku Makassar, Bugis,Toraja, hingga suku Mandar. Sepasang kartun tersebut diberi nama I Baso dan I Besse. Ini merupakan maskot Provinsi Sulsel yang cukup unik.

Tahun sebelumnya sang pria, Baso, memakai pakaian adat Sulsel,jas tutup lengkap dengan badik terselip di pinggang,penutup kepala khas, dan kumis melintang bak pahlawan nasional Sultan Hasanuddin. Kali ini I Baso telah memakai jas dilengkapi dasi dan menjinjing tas kerja. Begitupun sosok I Besse yang memakai jas serta rok kerja.Besse juga terlihat merangkul sebuah map biru pada tangan kirinya.

Kendati demikian, pasangan tokoh kartun ini tetap memakai ciri khas Sulsel.Baso tetap memakai penutup kepala khas Sultan Hasanuddin dan Besse tetap setia memakai tusuk konde sebagai ciri khas rambut perempuan Sulsel. “Perbedaannya dengan maskot yang dulu, dulu penuh dengan pakaian adat. Sekarang pakai jas,dasi,dan membawa dokumen kerja. Itu menandakan warga Sulsel sudah masuk dunia kerja yang lebih modern dan kemajuan dari segi ekonomi.

Namun,hal itu tetap menjaga adat istiadat lokal,”ujar Ketua Panitia HUT ke-342 Sulsel Irman Yasin Limpo,kemarin. Khusus HUT Sulsel tahun ini, panitia pelaksana mengangkat tema “Sulsel Pilar Utama Nasional”.Menurutnya, selama ini Sulsel merupakan pilar yang paling kuat dan kekuatannya berasal dari pertumbuhan ekonominya yang semakin meningkat.

Sulsel juga ditunjang dengan komoditas yang berlimpah dan stabilitas politik aman serta kondisi kehidupan sosial yang diklaim lebih baik dari provinsi lain di Tanah Air. “Semakin baik Sulsel, semakin baik juga kehidupan nasional. Ini juga menegaskan bahwa Sulsel tidak bisa dipisahkan dari NKRI. Kami harapkan sebagai penyokong nasional, harus menguatkan pilarnya.

Salah satunya kebijakan Pemerintah Pusat yang memihak ke daerah ini,” paparnya saat memberikan keterangan pers di bilangan Panakkukang. Irman yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel ini menambahkan, untuk memeriahkan HUT Sulsel ini, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah serangkaian kegiatan. Salah satunya sepeda santai yang diikuti ribuan masyarakat dan beberapa menteri dan dubes dari negara sahabat.
READ MORE -> Merayakan hari jadinya yang ke-342
 
 
Copyright © 2015 SEO Blogger Blogspot All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho