Minggu, 06 November 2011

Sebutan Pasar Cinde

Sebutan Pasar Cinde di Jalan Candi Welang tentu sudah tidak asing di telinga masyarakat Kota Palembang dan sekitarnya. Letaknya yang tepat di jantung kota memudahkan masyarakat untuk mengunjunginya dan surga bagi masyarakat yang mencari barang seken alias bekas.

Barang yang dijualpun cukup lengkap. Hampir semua produk dijual di sana tanpa ada yang terlewatkan. Di antaranya, ranjang bekas dengan berbagai model dan merek,spare part(suku cadang) automotif, alat olahraga, bahkan kepingan VCD/DVD. Ketika berada di dalam pasar tersebut, suara bising antara pembeli dan penjual saling bernegosiasi, ditambah suara martil berdenting dan bisingnya mesin diesel serta dentuman musik penjual CVD/DVD menjadi hal yang lumrah untuk didengar.

Ditambah, gantungan baju bekas (bj) menghiasi kanan kiri sebagai jalan di Pasar Cinde. Dengan kata lain,Pasar Cinde saat ini menjadi salah satu tempat favorit bagi masyarakat Palembang untuk berbelanja. Pada akhir pekan biasanya pasar ini ramai dikunjungi masyarakat, baik tua maupun muda. Tempat ini sering diburu karena harga yang ditawarkan pasar ini relatif lebih murah dari barang yang dijual di toko,meskipun wujud dan bentuk barang tersebut sama.

Tidak dapat dipungkiri bahwa hal inilah yang menjadikan Pasar Cinde diminati warga Palembang dan sekitarnya untuk berbelanja. Memang pusat perbelanjaan tradisional yang juga berdekatan dengan Internasional Plaza (IP) berjarak 50 meter saja ini mendapat imagenegatif. Sejak dulu warga mengenal pasar ini sebagai lokasi peredaran barang hasil kejahatan atau dikenal barang panas.

Kendati demikian,pasar tersebut tetap saja ramai dikunjungi. Supriyanto,27,warga Jalan Ratu Sianom, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, yang ditemui saat mencari suku cadang motor roda duanya, mengaku sudah sejak lama mengenal Pasar Cinde. Jika ingin mendapat produk yang masih terbilang baik, kata dia,harus datang Minggu pagi.

Menurut dia, di hari tersebut jika kita beruntung biasanya mendapat barang murah,seperti telepon seluler, laptop atau elektronik lainnya demikian juga dengan barang lainnya seperti baju bekas atau yang dikenal warga setempat pakaian BJ. “Saya senang berbelanja di sini, ya karena barang yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga di toko. Memang barangnya bekas, tapi terkadang kualitasnya masih bagus,” tuturnya.

Hal demikian juga dikatakan Amirudin, 34,warga Musi Banyuasin (Muba), di kawasan Pasar Cinde kemarin. Banyak sudah barang yang didapatnya di pusat perbelanjaan tradisional tersebut. Jika ada kebutuhan, seperti onderdil diesel atau automotif, dia selalu menyempatkan diri ke Pasar Cinde. Bahkan, untuk memburu barang yang tergolong kualitasnya masih baik, dia rela menginap tempat saudaranya di Palembang. “Jika tidak begitu, sulit untuk bisa mendapat produk yang bagus.

Karena biasanya barang banyak masuk hari Minggu,dan harus datang pagipagi. Enaknya juga, di sana banyak barang yang dijual jika ada yang menarik ya saya beli,” katanya. Hasil penelusuran, di kawasan tersebut, meski sudah dilarang, tetap saja beredar VCD/DVD porno. Memang untuk mendapatkannya tidak mudah, karena tidak dipajang pada meja, tapi diletakkan pada tempat yang aman.

Karena sang pedagang takut diketahui petugas. Meski sering dilakukan penggeledahan, baik oleh pihak kepolisian maupun Satpol PP, tetap saja barang tersebut dapat ditemukan.Uniknya, pedagang juga cerdas, dibuatnya sampul kaset tersebut menggunakan gambar musik atau film laga yang sudah diseleksi lembaga sensor.

Firman, pedagang piringan VCD/DVD di kawasan tersebut, mengatakan, meski sudah ketinggalan zaman, dia tetap bertahan untuk berjualan alat pemutar musik atau film tersebut. Saat ditanyai soal peredaran VCD/DVD porno, dia membantah jika menjualnya.“Saya hanya berjualan VCD/ DVD musik, film biasa, dan kaset PS, lain itu tidak,”akunya.
READ MORE -> Sebutan Pasar Cinde
 
 
Copyright © 2015 SEO Blogger Blogspot All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho