Senin, 30 Januari 2012

Sayuran dan buah-buahan

Sayuran dan buah-buahan yang dihasilkan para petani di Sulsel dipastikan terancam tak bisa bersaing dengan produk sejenis yang berasal dari luar negeri. Ancaman ini bisa saja terjadi apabila pemerintah pada April mendatang merealisasikan Pelabuhan Soekarno- Hatta Makassar dijadikan sebagai pintu masuk sayuran dan buah-buahan impor. ”Kondisi ini dipastikan mengancam sayur-sayuran dan buah-buahan yang dihasilkan petani lokal,” kata Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel Rahman Daeng Tayang di Makassar, kemarin.

Dia mencontohkan, saat ini sentra produksi sayur dan buah di Sulsel ada di Kabupaten Enrekang, Malino (Kabupaten Gowa),Bantaeng,dan Kabupaten Sinjai. “Dengan membanjirnya sayur dan buah impor, kami yakin petani di sana malas menanam, ”paparnya. Pasalnya, harga buah dan sayur lokal itu dipastikan akan turun drastis. ”Memang bagi pemerintah ditunjuknya Pelabuhan Makassar sebagai tempat impor adalah solusi.Namun bagi petani, ini adalah musibah,” ungkapnya.

Menurutnya, upaya Dinas Pertanian, Hortikultura, dan Tanaman Pangan Sulsel mendongkrak produksi buah lokal juga tidak akan ada gunanya. “Sia-sia karena produk impor pasti lebih murah,”katanya. Dia menjelaskan, karena aturan tersebut sudah harus diberlakukan pada April mendatang, dia meminta pemerintah daerah membuat regulasi soal pendistribusiannya. “Kami minta pemerintah membuat pasar hortikultura di dua tempat,”paparnya.

Pasar tersebut di Kabupaten Maros untuk wilayah di bagian utara,sedangkan Gowa untuk wilayah selatan. “Semua sayur dan buah impor harus masuk ke dua daerah itu, baru masuk ke Makassar,” ujarnya. Pertimbangannya, sebelum sayur dan buah tersebut masuk ke Sulsel, harus lebih dulu disortir. “Dikhawatirkan banyak sayur dan buah impor tersebut mengandung zat berbahaya,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Indonesian Forwarders Associations (INFA) Sulsel Andi Marudani Pangerang mengatakan, Pelabuhan Makassar siap menerima impor buah dan sayuran. “Dari segi peralatan, kami sangat siap,”tuturnya. Pasalnya, Makassar sebelumnya sudah menjadi pelabuhan impor,terutama barangbarang elektronik.“Tinggal bagaimana pedagang memanfaatkan peluang ini,”katanya.

Jika tidak, Makassar hanya akan menjadi sasaran dan tidak mendapatkan apa-apa dengan terbukanya pintu impor buah dan sayur ini. “Paling tidak ada keuntungan yang bisa kami dapat,”pungkasnya. Diketahui, penetapan Makassar sebagai pelabuhan impor buah dan sayur sesuai Peraturan Menteri Pertanian No 8/PP.340/12/2011 tentang Pengawasan Keamanan Pangan terhadap Pemasukan dan Pengeluaran Pangan Segar Asal Tumbuhan.
READ MORE -> Sayuran dan buah-buahan

Mulai tahun ini

Mulai tahun ini Sulsel akan merealisasikan penjualan beras jenis medium ke beberapa daerah di Pulau Sumatera, di antaranya Batam, Riau daratan, termasuk Sumatera Utara (Sumut). Tahap awal, Sulsel akan menjual beras ke Batam Provinsi, Kepulauan Riau (Kepri), sebanyak 500 ton pada Februari nanti. Setelah itu, Sulsel akan memasok beras ke Riau daratan dengan jumlah yang sama.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel Ilham Alim Bachri mengatakan, penjualan beras tersebut difasilitasi Kadin Sulsel. “Kami sudah bertemu beberapa pengusaha di Riau daratan,” ujarnya.

Dari hasil pembicaraan tersebut, dalam waktu dekat Sulsel akan mengirim beras dengan kualitas medium. “Saya sudah ketemu beberapa petani di Sulsel dan mereka menyiapkan stoknya,” paparnya. Saat ini Kadin Sulsel tengah menjajaki pengiriman langsung dari Makassar.
READ MORE -> Mulai tahun ini
 
 
Copyright © 2015 SEO Blogger Blogspot All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho