Senin, 23 April 2012

PT International Nickel Indonesia, Tbk

PT International Nickel Indonesia, Tbk (PT Inco) yang kini berganti nama menjadi PT Vale Indonesia tetap fokus pada produksi bijih nikel di Indonesia. Pilihan PT Vale Indonesia pada satu produk inilah yang telah mengantarkan perusahaan ini mencapai keuntungan tertinggi dibanding dua emiten logam lainnya, yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM ) dan PT Timah Tbk (TINS ) sepanjang periode 2011 lalu. General Manager Media Communication PT Vale Indonesia Teuku Mufizar Mahmud mengatakan, hingga saat ini PT Vale Indonesia hanya fokus pada produksi bijih nikel. “Saya belum pernah mendengar ada rencana perluasan sektor produksi di Indonesia,” tuturnya.

Tingginya keuntungan Vale disebabkan biaya produksi nikel yang lebih rendah dibanding biaya produksi logam lainnya. Hal ini pula yang menjadi dasar Vale untuk tetap fokus pada produksi nikel walau harga logam mulia lainnya seringkali mengalami peningkatan lebih tinggi. Dengan fokusnya itu, beberapa waktu lalu Vale menambah investasinya di Sulsel dan dua daerah lain sebesar USD2 miliar untuk perbaikan infrakstruktur.

Hal ini dilakukan guna adanya peningkatan produktifitas dalam pertambangan bijih nikel. Penambahan investasi Vale khusus untuk tambang di Sorowako dan Pomalaa Kolaka di Sulawesi Tenggara serta Morowali di Sulawesi Tengah. Investasi langsung diberikan kepada ketiga tempat yang selama ini menjadi sumber tambang nikel Vale.

“Secara detail saya belum bisa mengutarakan bentuk investasi yang dilakukan,namun itu tidak lepas dari upaya untuk meningkatkan kenyamanan dan produktifitas pertambangan. Kami komitmen dengan perbaikan di segala sisi,” ujar Teuku Mufizar Mahmud. Sementara itu mengacu pada laporan keuangan 2011, laba kotor Vale secara nasional turun menjadi 41,4% dari 2010 sebesar 49,1%. Hal ini disebabkan turunnya penjualan, sementara beban pokok penjualan meningkat.
READ MORE -> PT International Nickel Indonesia, Tbk

Selasa, 17 April 2012

Penanggulangan Kemiskinan

Rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang penanggulangan kemiskinan yang tengah digodok Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel diduga hasil copy paste atau contekan perda sejenis dari provinsi lain. Isi raperda tersebut serupa dengan Perda Nomor 4/2008 tentang penanggulangan kemiskinan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Dugaan raperda contekan ini menguat dalam penayangan perdana Legislatif Forum yang disiarkan langsung Sun TV, kemarin. Diskusi yang mengambil tema Copy-Paste Raperda Penanggulngan Kemiskinan Sulsel berlangsung panas.

Peserta dialog dari kalangan pakar, akademisi, ormas, perwakilan parpol, Lembaga Swadaya Masyarakat dan masyarakat umumnya menguatkan temuan Komite Pemantau Legislatif (Kopel) jika Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Sulsel melakukan plagiat perda. Namun,pada kubu Pemprov Sulsel yang diwakili Biro Hukum dan Biro Kesra, maupun Badan Legislasi dan aggota DPRD Sulsel yang masuk dalam panitia khusus (pansus) penanggulangan kemiskinan Sulsel,menolak jika raperda ini disebut plagiat.

Pengamat Politik Unhas Dr Hasrullah menyayangkan sikap badan legislasi DPRD Sulsel karena meloloskan raperda ini dalam program legislasi daerah (Prolegda) 2012. Bahkan DPRD Sulsel telah membentuk pansus yang anggotanya telah melakukan kunjungan kerja dalam daerah dan studi banding ke Semarang yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah. ”Bicara copy-paste di kampus, sebuah peraturan itu selalu ada naskah akademik”. “Saya baca semua titik koma, analisis content sama (Perda Semarang). Kalau dilakukan mahasiswa, ini tidak lulus.

Untuk sulsel harus dilihat apa akar kemiskinan. Ini sama titik komanya, wajar jika dibilang copy-paste,”ucapnya. Hal senada diungkapkan guru besar linguistik Unhas Prof Dr Muhammad Darwis. Mantan anggota KPU Sulsel ini mengkritisi adanya kemiripan raperda Sulsel dengan perda Semarang. Padahal, karakteristik kemiskinan di dua daerah sangat jauh berbeda. Menurut dia, seharusnya yang diperdebatkan lebih awal adalah kajian akademis, karena itu yang akan meneropong masalah kemiskinan di Sulsel.

”Jangan sampai naskah akademiknya juga sama.Kalau saya lebih ekstrem,ini harus dipertimbangkan oleh DPRD sebelum diperdakan, kecuali temuan kopel dinafikan. Jangan sampai setelah jadi perda ini dibatalkan. Kalau itu terjadi maka sia-sialah anggaran yang harusnya dialokasikan untuk kesehatan,”ucapnya. Sementara, Kabag Perundang- undangan Biro Hukum Pemprov M Yusran membantah jika raperda tersebut hasil plagiat. Menurutnya, raperda penanggulangan kemiskinan yang mereka buat berbeda karena memiliki 34 pasal sementara Kota Semarang hanya 29 pasal.

Dia juga menyebut raperda ini mengacu pada perda Kabupaten Kutai Kartanegara sehingga tidak mungkin jika dikatakan plagiat dari perda Kota Semarang. ”Kalau anggapan copy-paste, itu hak demokrasi anda.Tapi kami tidak. Dalam Undang Undang (UU) tidak ada istilah plagiat,”ucapnya. Sementara, ketua Badan Legislasi DPRD Sulsel Muchlis Panaungi mengemukakan, pihaknya meluluskan naskah akademik yang diajukan Biro Hukum karena sudah memenuhi syarat yuridis, sosiologis. Naskah akademis raperda tersebut, juga telah disosialisikan ke masyarakat. Anggota pansus raperda penanggulangan kemiskinan, Andi Mariattang menyebut, ranperda tersebut masih akan melalui uji publik di pansus.

Dia mengemukakan, naskah ranperda usul eksekutif ini tidak begitu saja di setujui menjadi perda tetapi akan melalui perdebatan panjang. ”Mungkin tiga bulan kedepan baru ranperda ini dibahas, karena sekarang ada ranperda LKPJ yang akan dituntaskan dulu,”jelasnya. Diharapkan melalui raperda ini, percepatan pemberantasan kemiskinan Sulsel yang saat ini mencapai 10,27% atau 835.510 jiwa per September 2012, dapat dilakukan.
READ MORE -> Penanggulangan Kemiskinan

Minggu, 08 April 2012

Penetapan calon Sekretaris Kota

Penetapan calon yang terpilih sebagai sekretaris kota (sekkot) Makassar dipastikan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Sejauh ini, hasil scoring terkait uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper testtiga calon sekkot Makassar belum bisa dikirim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal ini lantaran hasil scoring belum ditandatangani Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Hinggasaatinisurattersebutmasih berada di ruang kerja mantan Bupati Gowa dua periode ini. “Hasil scoring uji kelayakan telah rampung. Sisa ditandatangani gubernur sebagai pengantar,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel A Murny Amien Situru,kemarin.

Dia menyebutkan, hasil scoringtelah dimasukkan ke ruang kerja gubernur sejak akhir pekan lalu. Dia menyebutkan, kemungkinan itu baru akan ditandatangani pada pekan ini. Ketiga calon sekkot Makassar yang telah menjalani uji kelayakan di Pemprov Sulsel dua pekan lalu, yakni Asisten I Bidang Pemerintahan Agar Jaya yang juga menjabat sebagai pelaksana tugas (plt) sekkot, Asisten III Bidang Keuangan Sittiara, dan Asisten IV Bidang Pemberdayaan Masyarakat Apiaty Kamaluddin. “Kemungkinan besok atau lusa itu sudah ditandatangani Gubernur. Selanjutnya kami akan limpahkan ke Kemendagri,” ujar dia saat dihubungi SINDO,kemarin.

Mantan Kepala BKPMD Sulsel ini menambahkan, dia belum bisa menentukan kapan hasil penetapan calon sekkot tersebut bisa diputuskan. Hal itu tergantung Kemendagri. “Ini tergantung Pak Menteri. Kalau sibuk, mungkin akan lama. Jika tidak sibuk, mungkin saja bisa cepat,” tandas dia. Hasil scoring ini merupakan penilaian dari lima orang tim penguji,yakni Sekprov Sulsel A Muallim, Asisten IV M Kasim Alwi, Kepala Inspektorat Sulsel Azikin Solthan,Kepala BKD A Murny Amien Situru, serta Kepala Badan Diklat Sulsel Jufri Rahman. Namun, belum diketahui siapa dari ketiga kandidat yang memiliki poin tinggi menduduki sekkot Makassar definitif.

“Saya belum bisa mengatakan itu. Hal yang pasti,semua ini ditentukan Kemendagri. Kami hanya menyelenggarakan fit and proper test,”papar dia. Sekprov Sulsel A Muallim mengaku, beberapa bahan pertanyaan dari tim penguji bagi calon sekkot tersebut di antaranya tentang pemahaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), otonomi daerah dan koordinasi pemerintah, serta kepemimpinan. Muallim juga meminta tim penguji lainnya mempercepat memasukkan hasil scoring sehingga bisa langsung dikirimkan ke Kemendagri.
READ MORE -> Penetapan calon Sekretaris Kota
 
 
Copyright © 2015 SEO Blogger Blogspot All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho